{"id":11156,"date":"2024-02-22T09:48:29","date_gmt":"2024-02-22T02:48:29","guid":{"rendered":"https:\/\/jailangkung.com\/?p=11156"},"modified":"2024-02-22T09:48:31","modified_gmt":"2024-02-22T02:48:31","slug":"apa-makna-sebenarnya-prestise-istilah-viral-di-tiktok-yang-sering-salah-kaprah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jailangkung.com\/apa-makna-sebenarnya-prestise-istilah-viral-di-tiktok-yang-sering-salah-kaprah\/","title":{"rendered":"Apa Makna Sebenarnya Prestise: Istilah Viral di TikTok yang Sering Salah Kaprah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Kisanak, <\/em>TikTok, aplikasi yang membuat kita bisa berkreasi dengan video pendek, musik, dan filter yang beragam. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">TikTok juga menjadi tempat bagi kita untuk mengikuti tren-tren yang sedang viral, seperti tantangan, dance, prank, atau meme. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, di balik keseruan TikTok, ada juga istilah-istilah yang mungkin membuat kita bingung, salah satunya adalah \u201cprestise\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum kita membahas lebih jauh tentang prestise dalam konteks TikTok, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa arti prestise secara umum. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prestise adalah wibawa (perbawa) yang berkenaan dengan prestasi atau kemampuan seseorang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, seorang dokter yang terkenal karena keahliannya dalam menangani pasien-pasien sulit, pasti memiliki prestise yang tinggi di mata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, menurut ilmu sosiologi, prestise adalah status sosial, kehormatan, dan kedudukan yang dimiliki oleh suatu individu dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, seorang presiden yang dihormati dan disegani oleh rakyatnya, pasti memiliki prestise yang tinggi di mata dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari kedua definisi di atas, kita bisa simpulkan bahwa prestise adalah sesuatu yang berhubungan dengan <strong>pengakuan<\/strong>, <strong>penghargaan<\/strong>, dan <strong>pengaruh<\/strong> yang dimiliki oleh seseorang karena <strong>kemampuan<\/strong>, <strong>kemampuan<\/strong>, atau <strong>kedudukan<\/strong> yang dimilikinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prestise juga bisa dianggap sebagai <strong>simbol<\/strong> atau <strong>tanda<\/strong> dari <strong>kualitas<\/strong> atau <strong>nilai<\/strong> yang dimiliki oleh seseorang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prestise Menurut TikTok<\/h2>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, setelah kita mengetahui apa arti prestise secara umum, sekarang kita akan membahas apa arti prestise dalam konteks TikTok. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">TikTok, sebagai salah satu media sosial yang paling populer saat ini, tentu saja memiliki pengaruh yang besar terhadap gaya hidup, tren budaya, dan prestise dari penggunanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di TikTok, kita bisa melihat berbagai macam video yang menampilkan berbagai macam hal, mulai dari yang lucu, kreatif, inspiratif, hingga yang mengundang kontroversi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu hal yang sering kita lihat di TikTok adalah video yang menampilkan <strong>gaya hidup mewah<\/strong>, <strong>barang-barang branded<\/strong>, <strong>tempat-tempat eksotis<\/strong>, <strong>kegiatan-kegiatan seru<\/strong>, atau <strong>orang-orang terkenal<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Video-video seperti ini biasanya mendapatkan banyak likes, views, comments, dan shares dari pengguna TikTok lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Video-video seperti ini juga sering dijadikan sebagai <strong>referensi<\/strong>, <strong>inspirasi<\/strong>, atau <strong>motivasi<\/strong> oleh pengguna TikTok lainnya untuk meningkatkan <strong>kualitas hidup<\/strong> mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, di sinilah muncul istilah \u201cprestise\u201d. Istilah ini sering digunakan oleh pengguna TikTok untuk menyebut <strong>sesuatu yang harus dibanggakan<\/strong> atau <strong>sesuatu yang bisa meningkatkan status sosial<\/strong> seseorang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, seseorang yang memiliki <strong>jam tangan mewah<\/strong>, <strong>mobil sport<\/strong>, <strong>rumah megah<\/strong>, atau <strong>teman-teman selebriti<\/strong>, bisa dibilang memiliki <strong>prestise<\/strong> yang tinggi. Seseorang yang bisa <strong>berlibur ke luar negeri<\/strong>, <strong>berpesta di klub malam<\/strong>, <strong>berbelanja di mall ternama<\/strong>, atau <strong>berfoto dengan orang-orang penting<\/strong>, juga bisa dibilang memiliki <strong>prestise<\/strong> yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, prestise dalam konteks TikTok bisa diartikan sebagai <strong>sesuatu yang bisa menunjukkan bahwa seseorang memiliki gaya hidup yang mewah, menarik, dan populer<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prestise juga bisa dianggap sebagai <strong>sesuatu yang bisa membuat seseorang mendapatkan banyak perhatian, pengaguman, dan pengikut<\/strong> di media sosial. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prestise juga bisa dianggap sebagai <strong>sesuatu yang bisa membuat seseorang merasa lebih percaya diri, bahagia, dan puas<\/strong> dengan dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prestise, Apakah Itu Penting?<\/h2>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah kita mengetahui apa arti prestise secara umum dan dalam konteks TikTok, sekarang kita akan membahas apakah prestise itu penting atau tidak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya, tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini, karena setiap orang memiliki pandangan dan nilai yang berbeda-beda tentang prestise. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kita bisa mencoba untuk melihat prestise dari beberapa sudut pandang, yaitu <strong>positif<\/strong> dan <strong>negatif<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sudut pandang positif, prestise bisa dianggap sebagai <strong>sesuatu yang bisa memberikan manfaat<\/strong> bagi seseorang, baik secara <strong>pribadi<\/strong> maupun <strong>sosial<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara pribadi, prestise bisa memberikan <strong>kepuasan<\/strong>, <strong>kebahagiaan<\/strong>, dan <strong>kepercayaan diri<\/strong> bagi seseorang yang memiliki prestise. Seseorang yang memiliki prestise bisa merasa <strong>bangga<\/strong>, <strong>berharga<\/strong>, dan <strong>diakui<\/strong> oleh dirinya sendiri dan orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sosial, prestise bisa memberikan <strong>pengaruh<\/strong>, <strong>kemampuan<\/strong>, dan <strong>kesempatan<\/strong> bagi seseorang yang memiliki prestise.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Seseorang yang memiliki prestise bisa <strong>mempengaruhi<\/strong>, <strong>memimpin<\/strong>, dan <strong>bekerjasama<\/strong> dengan orang lain dengan lebih mudah. Seseorang yang memiliki prestise juga bisa <strong>mendapatkan<\/strong>, <strong>mengembangkan<\/strong>, dan <strong>menggunakan<\/strong> berbagai macam sumber daya dengan lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sudut pandang negatif, prestise bisa dianggap sebagai <strong>sesuatu yang bisa menimbulkan masalah<\/strong> bagi seseorang, baik secara <strong>pribadi<\/strong> maupun <strong>sosial<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara pribadi, prestise bisa menimbulkan <strong>ketidakseimbangan<\/strong>, <strong>ketidakpuasan<\/strong>, dan <strong>ketidakbahagiaan<\/strong> bagi seseorang yang memiliki prestise. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seseorang yang memiliki prestise bisa merasa <strong>tertekan<\/strong>, <strong>takut<\/strong>, dan <strong>cemas<\/strong> karena harus mempertahankan atau meningkatkan prestisenya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seseorang yang memiliki prestise juga bisa merasa <strong>sombong<\/strong>, <strong>iri<\/strong>, dan <strong>dengki<\/strong> terhadap orang lain yang memiliki prestise lebih tinggi atau lebih rendah darinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sosial, prestise bisa menimbulkan <strong>konflik<\/strong>, <strong>persaingan<\/strong>, dan <strong>kesenjangan<\/strong> bagi seseorang yang memiliki prestise. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seseorang yang memiliki prestise bisa <strong>menyakiti<\/strong>, <strong>mengeksploitasi<\/strong>, dan <strong>menyingkirkan<\/strong> orang lain yang mengancam atau menghalangi prestisenya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seseorang yang memiliki prestise juga bisa <strong>terisolasi<\/strong>, <strong>teralienasi<\/strong>, dan <strong>terdiskriminasi<\/strong> oleh orang lain yang tidak memiliki prestise sama atau setara dengannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari kedua sudut pandang di atas, kita bisa melihat bahwa prestise memiliki <strong>dampak<\/strong> yang <strong>beragam<\/strong> bagi seseorang, baik yang <strong>positif<\/strong> maupun yang <strong>negatif<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, penting bagi kita untuk <strong>bijak<\/strong> dalam <strong>menilai<\/strong>, <strong>mencari<\/strong>, dan <strong>menggunakan<\/strong> prestise. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita tidak boleh <strong>terlalu terobsesi<\/strong> atau <strong>terlalu mengabaikan<\/strong> prestise, karena keduanya bisa berbahaya bagi kita. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita harus <strong>menyadari<\/strong> bahwa prestise bukanlah <strong>tujuan akhir<\/strong>, melainkan <strong>sarana<\/strong> untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu <strong>kebaikan<\/strong> bagi diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Demikian Kisanak.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sumber <\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>&#8220;The Economics of Prestige&#8221; oleh James E. Rauch dan Joel Watson (Jurnal: The American Economic Review, Vol. 91, No. 2, May 2001)<\/li>\n\n\n\n<li>&#8220;Prestige: Leadership at a Price&#8221; oleh Jean-Louis Barsoux dan Cyril Bouquet (Buku: FT Press, 2007)<\/li>\n\n\n\n<li>&#8220;The Role of Brand Prestige in Determining Brand Preference&#8221; oleh Berna Kirkulak-Seluk dan Elif Karaosmanoglu (Jurnal: Marketing Intelligence &amp; Planning, Vol. 32, No. 7, 2014)<\/li>\n\n\n\n<li>&#8220;Prestige in Academic and Organizational Careers&#8221; oleh Jerald Hage (Buku: Transaction Publishers, 1997)<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kisanak, TikTok, aplikasi yang membuat kita bisa berkreasi dengan video pendek, musik, dan filter yang beragam. TikTok juga menjadi tempat bagi kita untuk mengikuti tren-tren yang sedang viral, seperti tantangan, dance, prank, atau meme. Namun, di balik keseruan TikTok, ada juga istilah-istilah yang mungkin membuat kita bingung, salah satunya adalah \u201cprestise\u201d. Sebelum kita membahas lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":11158,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2681,10446,4250],"class_list":["post-11156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sorotan","tag-mobil","tag-prestise","tag-tiktok"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/11156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=11156"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/11156\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/11158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=11156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=11156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=11156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}