{"id":11237,"date":"2024-02-22T17:25:54","date_gmt":"2024-02-22T10:25:54","guid":{"rendered":"https:\/\/jailangkung.com\/?p=11237"},"modified":"2024-02-22T17:25:55","modified_gmt":"2024-02-22T10:25:55","slug":"alaska-milik-siapa-sebenarnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jailangkung.com\/alaska-milik-siapa-sebenarnya\/","title":{"rendered":"Alaska: Milik Siapa Sebenarnya?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>jlk<\/em> &#8211; Alaska, negara bagian terluas dan terdingin di Amerika Serikat, mungkin tidak terlalu menarik bagi sebagian besar orang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, ternyata ada yang sangat menginginkan wilayah ini, yaitu Rusia. Ya, Rusia, negara raksasa yang berbatasan dengan Alaska di seberang Selat Bering. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rusia mengklaim bahwa Alaska seharusnya menjadi miliknya, karena pernah menjajah dan mendirikan pemukiman di sana sebelum menjualnya ke AS pada tahun 1867. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, apakah benar bahwa Rusia berencana akan merebut kembali Alaska dari AS? Dan apakah AS akan mempertahankan Alaska dengan gigih, atau malah bersedia melepasnya dengan harga murah? Mari kita simak ulasan berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Singkat Alaska<\/h2>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alaska pertama kali ditemukan oleh penjelajah Rusia, Vitus Bering, pada tahun 1741. Ia menamai pulau terbesar di Alaska, Pulau Bering, dengan namanya sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak saat itu, Rusia mulai mengirimkan pedagang bulu dan misionaris ke Alaska, dan mendirikan beberapa pos perdagangan dan gereja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rusia juga menjalin hubungan baik dengan penduduk asli Alaska, seperti suku Aleut dan Eskimo. Namun, tidak semua suku menyambut baik kedatangan Rusia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suku Tlingit, misalnya, sering berkonflik dengan Rusia, dan bahkan berhasil mengusir mereka dari Sitka, ibu kota Alaska saat itu, pada tahun 1802.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1850-an, Rusia mengalami kesulitan ekonomi akibat Perang Krimea, dan mulai kehilangan minat terhadap Alaska. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rusia juga khawatir bahwa Alaska akan direbut oleh Inggris, yang saat itu menguasai Kanada. Oleh karena itu, Rusia menawarkan menjual Alaska ke AS, yang saat itu dipimpin oleh Presiden Andrew Johnson. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">AS tertarik dengan tawaran ini, karena menganggap Alaska sebagai wilayah strategis untuk mengembangkan perdagangan dan pertahanan. Pada tanggal 30 Maret 1867, AS membeli Alaska dari Rusia dengan harga 7,2 juta dolar AS, atau sekitar 2 sen per hektar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelian ini disebut sebagai \u201cSeward\u2019s Folly\u201d, karena banyak orang yang menganggap Menteri Luar Negeri AS saat itu, William Seward, telah melakukan kesalahan besar dengan membeli wilayah yang tidak berharga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, seiring berjalannya waktu, Alaska ternyata memiliki banyak potensi, seperti sumber daya alam, keindahan alam, dan keanekaragaman budaya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alaska juga menjadi saksi sejarah penting, seperti Klondike Gold Rush, Perang Dunia II, dan Perang Dingin. Pada tahun 1959, Alaska resmi menjadi negara bagian ke-49 di AS, setelah melalui proses panjang dan rumit. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alaska kini memiliki populasi sekitar 731 ribu jiwa, dan luas wilayah sekitar 1,5 juta km persegi, yang membuatnya menjadi negara bagian terluas dan terjarang penduduknya di AS.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klaim Rusia atas Alaska<\/h2>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun telah menjual Alaska ke AS lebih dari satu abad yang lalu, Rusia ternyata masih memiliki ambisi untuk menguasai kembali wilayah ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa politisi Rusia, seperti Ketua Duma Negara Vyacheslav Volodin dan anggota parlemen Oleg Matveychev, pernah menyerukan agar Rusia merebut kembali Alaska dari AS, sebagai balasan atas sanksi-sanksi yang dikenakan oleh AS terhadap Rusia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka berpendapat bahwa Alaska sebenarnya adalah milik Rusia, dan bahwa AS harus membayar reparasi kepada Rusia atas kerusakan yang disebabkan oleh sanksi dan perang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klaim Rusia atas Alaska ini tentu saja tidak memiliki dasar hukum yang kuat, karena Rusia sendiri telah menandatangani perjanjian penjualan Alaska ke AS pada tahun 1867, dan tidak pernah mencabutnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, klaim Rusia ini juga tidak didukung oleh rakyat Alaska sendiri, yang mayoritas mengidentifikasikan diri sebagai warga AS, dan menolak untuk bergabung dengan Rusia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, Gubernur Alaska saat ini, Mike Dunleavy, pernah mengejek klaim Rusia ini dengan menulis di Twitter, \u201c<strong>Dear Russia, if you come here, you will get a knuckle sandwich.<\/strong>\u201d<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Alaska: Milik Siapa Sebenarnya?<\/h2>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa klaim Rusia atas Alaska adalah tidak beralasan dan tidak realistis. Alaska adalah bagian dari AS, dan tidak ada yang dapat mengubah hal itu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alaska memiliki nilai strategis, ekonomis, dan budaya yang tinggi bagi AS, dan AS tidak akan membiarkan Alaska direbut oleh negara lain, apalagi Rusia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alaska juga memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri, dan mayoritas penduduknya memilih untuk tetap bersama AS, bukan Rusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah, apakah Alaska benar-benar milik siapa pun? Apakah tidak lebih bijak jika kita menghormati hak-hak penduduk asli Alaska, yang telah hidup di sana sejak ribuan tahun yang lalu, dan yang memiliki hubungan yang erat dengan alam dan lingkungan? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah tidak lebih cerdas jika kita menjaga kelestarian Alaska, yang merupakan salah satu tempat terakhir di dunia yang masih memiliki keindahan alam yang luar biasa, dan yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna yang unik? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah tidak lebih baik jika kita menghargai keanekaragaman Alaska, yang merupakan perpaduan dari berbagai budaya, tradisi, dan sejarah yang menarik?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin, jawaban yang paling tepat adalah, Alaska bukanlah milik siapa pun, melainkan milik kita semua. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alaska adalah warisan bersama yang harus kita lestarikan dan nikmati bersama, tanpa harus berebut atau berperang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alaska adalah simbol dari kekayaan, keindahan, dan keajaiban dunia, yang harus kita syukuri dan banggakan. Alaska adalah Alaska, dan tidak ada yang lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>jlk &#8211; Alaska, negara bagian terluas dan terdingin di Amerika Serikat, mungkin tidak terlalu menarik bagi sebagian besar orang. Namun, ternyata ada yang sangat menginginkan wilayah ini, yaitu Rusia. Ya, Rusia, negara raksasa yang berbatasan dengan Alaska di seberang Selat Bering. Rusia mengklaim bahwa Alaska seharusnya menjadi miliknya, karena pernah menjajah dan mendirikan pemukiman di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":11238,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10783,10787,15035,5286,16420,10785],"class_list":["post-11237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sorotan","tag-alaska","tag-alaska-punya-siapa","tag-arab-2","tag-makeup","tag-rudal","tag-siapa-pemilik-alaska"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/11237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=11237"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/11237\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/11238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=11237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=11237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=11237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}