{"id":12885,"date":"2024-03-28T13:24:21","date_gmt":"2024-03-28T06:24:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jailangkung.com\/?p=12885"},"modified":"2024-03-28T13:24:23","modified_gmt":"2024-03-28T06:24:23","slug":"menelusuri-jejak-sejarah-di-kota-tua-semarang-sebuah-perjalanan-melalui-waktu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jailangkung.com\/menelusuri-jejak-sejarah-di-kota-tua-semarang-sebuah-perjalanan-melalui-waktu\/","title":{"rendered":"Menelusuri Jejak Sejarah di Kota Tua Semarang: Sebuah Perjalanan Melalui Waktu"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>jlk &#8211; <\/strong>Seiring dengan detak jam yang berdentang, kita diajak untuk melangkah mundur dalam waktu, menelusuri jejak sejarah di Kota Tua Semarang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kota yang dikenal dengan julukan \u201cLittle Netherland\u201d ini menawarkan cerita yang mendalam dan menarik dari masa lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kota Tua Semarang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan \u201cKota Lama\u201d, adalah kawasan yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20. Kawasan ini dibangun benteng, yang dinamai benteng Vijfhoek, untuk mengamankan warga dan wilayahnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por. Kata \u2018Berok\u2019 sendiri merupakan hasil pelafalan masyarakat Pribumi yang kesulitan melafalkan kata \u2018Burg\u2019 dalam bahasa Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kukuh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah awal Kota Lama Semarang dimulai pada abad ke 19 hingga 20, dimana kawasan Kota Tua Semarang merupakan suatu area yang dijadikan sebagai pusat perdagangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa itu, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) mendirikan benteng di kawasan ini yang diberi nama benteng Vijhoek untuk mengamankan warga dan wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah Kota Lama Semarang dimulai pada tahun 1678, ketika terjadi kesepakatan antara Kerajaan Mataram dan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), atau Perusahaan Hindia Timur Bersatu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesepakatan ini, Semarang diserahkan kepada VOC sebagai bagian dari pembayaran atas bantuan VOC dalam mengatasi pemberontakan Trunojoyo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawasan Kota Lama juga dilengkapi dengan Museum bernama Museum Kota Lama yang terletak di kawasan Jalan Cenderawasih, Semarang Tengah. Sejarah Gedung NILLMIJ (Nederlandsch-Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij), kini bernama Gedung Asuransi Jiwasraya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diawali dari penandatangan perjanjian antara Kerajaan Mataram dan VOC pada 15 Januari 1678. Kala itu Amangkurat II menyerahkan Semarang kepada pihak VOC sebagai pembayaran karena VOC telah berhasil membantu Mataram menumpas pemberontakan Trunojoyo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Semarang berada di bawah kekuasaan penuh VOC, kota itu pun mulai dibangun. Sebuah benteng bernama Vijfhoek yang digunakan sebagai tempat tinggal warga Belanda dan pusat militer mulai dibangun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lama kelamaan benteng tidak mencukupi sehingga warga mulai membangun rumah di luar sebelah timur benteng. Tak hanya rumah-rumah warga, gedung pemerintahan dan perkantoran juga didirikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1740-1743 terjadilah peristiwa Geger Pacinan, perlawanan terbesar pada kurun waktu kekuasaan VOC di Pulau Jawa. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah perlawanan tersebut berakhir dibangunlah fortifikasi mengelilingi kawasan Kota Lama Semarang. Setelahnya karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan kota yang makin pesat, fortifikasi ini dibongkar pada tahun 1824.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengenang keberadaan banteng yang mengelilingi kota lama, maka jalan-jalan yang ada diberi nama seperti Noorderwalstaat (Jalan Tembok Utara-Sekarang Jalan Merak), Oosterwalstraat (Jalan Tembok Timur \u2013 Sekarang Jalan Cendrawasih), Zuiderwalstraat (Jalan Tembok Selatan-Sekarang Jalan Kepodang) dan juga Westerwaalstraat (Jalan Tembok Barat-Sekarang Jalan Mpu Tantular).<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini beberapa bangunan yang ada telah dialihfungsikan sebagai: Gedung bekas De Javasche Bank yang saat ini menjadi Semarang Kreatif Galeri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gedung bekas Kantor Pengadilan Pemerintahan Belanda yang pernah menjadi rumah dinas pendeta Gereja Immanuel dan pada 2006 menjadi rumah makan mewah bergaya Sunda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi dan Stasiun Tawang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kukuh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum karakter bangunan di wilayah Kota Lama Semarang adalah arsitektur kolonial Belanda, dengan gaya Eropa dan sedikit sentuhan lokal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bangunan-bangunan ini memiliki ciri khas berupa dinding tebal, jendela tinggi dan lebar, serta pintu yang besar. Beberapa bangunan juga dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang indah dan unik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu bangunan yang menjadi ikon Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk. Gereja ini merupakan gereja tertua di Jawa Tengah dan menjadi salah satu bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Gereja Blenduk memiliki kubah besar di bagian atasnya, yang menjadi ciri khas dari gereja ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain Gereja Blenduk, ada juga Gedung Marba yang menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kota Lama Semarang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gedung ini dulunya merupakan rumah bagi keluarga Marba, salah satu keluarga kaya di Semarang pada masa kolonial. Sekarang, gedung ini telah dialihfungsikan menjadi museum yang menampilkan berbagai koleksi sejarah Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawasan Kota Lama Semarang juga memiliki beberapa jembatan bersejarah, seperti Jembatan Berok dan Jembatan Kauman. Jembatan-jembatan ini dibangun pada masa kolonial dan masih digunakan hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berjalan-jalan di Kota Lama Semarang seperti berjalan dalam sebuah buku sejarah yang hidup. Setiap bangunan, setiap jalan, dan setiap sudut kota memiliki cerita sendiri yang menanti untuk diceritakan. Dengan setiap langkah, kita diajak untuk merasakan atmosfer masa lalu dan memahami bagaimana sejarah telah membentuk kota ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, meski kawasan ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, kondisi beberapa bangunan di Kota Lama Semarang saat ini cukup memprihatinkan. Beberapa bangunan tampak tidak terawat dan membutuhkan perbaikan. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan warisan sejarah ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kota Lama Semarang adalah bukti nyata dari sejarah Indonesia. Kawasan ini menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa penting yang telah terjadi di negeri ini. Dengan menjaga dan melestarikan kawasan ini, kita juga menjaga dan melestarikan sejarah kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, apakah Anda siap untuk menelusuri jejak sejarah di Kota Tua Semarang? Mari kita mulai perjalanan ini dan temukan cerita-cerita menarik dari masa lalu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>jlk &#8211; Seiring dengan detak jam yang berdentang, kita diajak untuk melangkah mundur dalam waktu, menelusuri jejak sejarah di Kota Tua Semarang. Kota yang dikenal dengan julukan \u201cLittle Netherland\u201d ini menawarkan cerita yang mendalam dan menarik dari masa lalu. Kota Tua Semarang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan \u201cKota Lama\u201d, adalah kawasan yang menjadi pusat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":12886,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[15834],"class_list":["post-12885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sorotan","tag-kota-tua"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/12885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=12885"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/12885\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/12886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=12885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=12885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=12885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}