{"id":15044,"date":"2024-07-21T17:03:48","date_gmt":"2024-07-21T10:03:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jailangkung.com\/?p=15044"},"modified":"2024-07-21T17:03:51","modified_gmt":"2024-07-21T10:03:51","slug":"reputasi-tercoreng-pbnu-sibuk-berwudhu-setelah-lima-nahdliyin-ke-israel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jailangkung.com\/reputasi-tercoreng-pbnu-sibuk-berwudhu-setelah-lima-nahdliyin-ke-israel\/","title":{"rendered":"Reputasi Tercoreng: PBNU Sibuk &#8216;Berwudhu&#8217; Setelah Lima Nahdliyin ke Israel"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>jlk &#8211; <\/strong>Baru-baru ini, PBNU kembali menjadi sorotan setelah lima anggota Nahdlatul Ulama (nahdliyin) bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertemuan yang terjadi di tengah konflik Israel-Palestina ini tidak hanya menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak, tetapi juga memaksa PBNU untuk mengeluarkan kembali surat instruksi yang melarang kerja sama dengan lembaga-lembaga berafiliasi dengan Israel. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah ini tampaknya merupakan upaya &#8220;Berwudhu&#8221; dari PBNU untuk memperbaiki reputasi yang tercoreng.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Latar Belakang Kebijakan PBNU<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebijakan PBNU yang melarang kerja sama dengan lembaga berafiliasi Israel sebenarnya bukan hal baru. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Surat instruksi terbaru yang dikeluarkan pada Juli 2024 hanya mempertegas kebijakan yang telah ada sejak era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj pada tahun 2021. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam surat tersebut, PBNU secara tegas melarang semua bentuk kerja sama dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC) yang dianggap memiliki afiliasi dengan Israel.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kontroversi Pertemuan Lima Nahdliyin<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama-nama seperti Syukron Makmun, Zainul Maarif, Munawar Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania mendadak viral setelah pertemuan mereka dengan Presiden Israel diketahui publik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah serangan Israel ke Gaza yang menewaskan ribuan orang, pertemuan ini dianggap sangat tidak sensitif dan mencoreng nama besar PBNU. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni, menegaskan bahwa tindakan kelima nahdliyin tersebut adalah pelanggaran serius terhadap kebijakan organisasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Reaksi dan Tindakan PBNU<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusul kontroversi tersebut, PBNU bergerak cepat dengan memanggil lima nahdliyin yang terlibat untuk pemeriksaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan dua pilihan tegas: mengundurkan diri atau diberhentikan dari kepengurusan NU. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah ini menunjukkan sikap keras PBNU dalam menjaga konsistensi kebijakan dan memperbaiki reputasi yang tercoreng.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Analisis Kebijakan dan Dampaknya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Larangan kerja sama dengan lembaga yang berafiliasi dengan Israel sebenarnya memiliki dasar yang kuat mengingat sejarah panjang konflik Israel-Palestina. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kebijakan ini juga perlu dilihat dari perspektif pragmatis. Dalam era globalisasi dan diplomasi modern, isolasi total mungkin bukan langkah paling efektif. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tindakan PBNU yang mempertegas kembali larangan ini pasca pertemuan lima nahdliyin tampak seperti reaksi panik untuk meredam kontroversi yang sudah terlanjur membesar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Implikasi dan Kritik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebijakan PBNU ini, meski didasarkan pada prinsip solidaritas dengan Palestina, juga harus dipertimbangkan dari sisi dampak jangka panjang terhadap hubungan internasional Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di satu sisi, kebijakan ini mungkin memperkuat posisi Indonesia di mata negara-negara Muslim. Di sisi lain, kebijakan yang terlalu kaku bisa menimbulkan hambatan dalam diplomasi dan kerjasama internasional yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai organisasi besar, PBNU tentu harus berhati-hati dalam mengelola kebijakan yang bisa berdampak pada reputasi dan hubungan internasional. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah tegas terhadap lima nahdliyin mungkin bisa meredakan kritik dalam jangka pendek, namun perlu strategi yang lebih matang untuk menjaga keseimbangan antara prinsip dan pragmatisme.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kontroversi pertemuan lima nahdliyin dengan Presiden Israel adalah ujian besar bagi PBNU. Dalam upaya &#8220;cuci muka&#8221; dan memperbaiki reputasi, PBNU harus tetap konsisten dengan kebijakan yang sudah ada namun juga perlu memperhatikan dinamika global yang terus berubah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ke depan, PBNU harus lebih bijak dalam mengambil langkah-langkah yang tidak hanya menjaga prinsip tetapi juga memperhitungkan dampak jangka panjang terhadap organisasi dan negara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>jlk &#8211; Baru-baru ini, PBNU kembali menjadi sorotan setelah lima anggota Nahdlatul Ulama (nahdliyin) bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Pertemuan yang terjadi di tengah konflik Israel-Palestina ini tidak hanya menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak, tetapi juga memaksa PBNU untuk mengeluarkan kembali surat instruksi yang melarang kerja sama dengan lembaga-lembaga berafiliasi dengan Israel. Langkah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":15042,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8179],"tags":[18493,18491,18487,18485],"class_list":["post-15044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kritik","tag-israel","tag-lima-nahdliyin","tag-nu","tag-pbnu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/15044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=15044"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/15044\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/15042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=15044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=15044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=15044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}