{"id":15638,"date":"2025-04-12T09:35:38","date_gmt":"2025-04-12T02:35:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jailangkung.com\/?p=15638"},"modified":"2025-04-13T09:50:25","modified_gmt":"2025-04-13T02:50:25","slug":"desa-bullaan-punya-jalan-unik-bernama-jalan-rusak-mari-kita-catat-untuk-bukti-di-akhirat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jailangkung.com\/desa-bullaan-punya-jalan-unik-bernama-jalan-rusak-mari-kita-catat-untuk-bukti-di-akhirat\/","title":{"rendered":"Desa Bullaan Punya Jalan Unik Bernama Jalan Rusak, Mari Kita Catat Untuk Bukti di Akhirat!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, ada sebuah jalan yang seperti yang sudah-sudah bisa sebagai salah satu\u00a0\u201cJalan Multifungsi\u201d\u2014bukan karena mulusnya, melainkan karena kemampuannya berubah menjadi kolam renang dadakan saat hujan dan arena uji nyali kendaraan saat kemarau. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warga Dusun Banno dan Bajur mungkin sedang tidak sadar bahwa mereka memiliki\u00a0\u201cjalan multi-fungsi\u201d\u00a0yang lebih fleksibel daripada jas hujan pedagang bakso: bisa jadi jalur arus deras, tempat latihan manuver motor ala <s>pembalap MotoGP <\/s>ofroad , sekaligus medan pengujian ketahanan mental sebelum menikah. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1246\" src=\"https:\/\/jailangkung.com\/storage\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-12-at-07.30.54_ca7c4a95-1.jpg.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-15641\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua itu, tentu saja, berkat sentuhan magis dana desa Rp1,4 miliar yang entah menguap ke mana\u2014mungkin menjelma asap knalpot truk yang setiap hari mengeluh lewat jalan itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cSampai hari ini jalan yang rusak itu belum diperbaiki mas hampir kurang lebih 10 tahun,\u201d<\/em>\u00a0ujar seorang warga, yang suaranya mungkin tenggelam oleh deru mesin pengaspalan imajiner. Sepuluh tahun\u2014itu artinya jalan ini sudah\u00a0\u201clebih setia\u201d\u00a0daripada mantan pacar yang masih nongol di medsos. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan: seorang anak yang dulu SD kini mungkin sudah kuliah, tapi jalan ke sekolahnya masih saja berlubang, seolah-olah setiap tahun kepala desa menambahkan satu lubang baru sebagai kado ulang tahun jabatannya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cIni bukan hanya sekadar infrastruktur, tapi ini adalah bentuk bukti nyata ketidakpedulian pemerintah desa terhadap rakyatnya,\u201d<\/em>\u00a0tambah warga itu, sambil mungkin memandang langit, berharap dana desa yang \u201cterbang\u201d itu suatu hari akan turun sebagai hujan aspal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, dengan dana Rp1,4 miliar, Desa Bullaan bisa saja membangun jalan sehalus kulit\u00a0<em>\u201cNoni Belanda\u201d<\/em>\u00a0yang dijual di pasar Batuputih. Tapi apa daya, uang sebanyak itu\u2014cukup untuk beli 14.000 karung beras atau 2.800 ekor kambing\u2014ternyata hanya sanggup melahirkan jalan berlubang yang dalamnya bisa menampung ikan lele. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warga curiga, jangan-jangan ini proyek\u00a0\u201cbudidaya lele darat\u201d\u00a0terselubung.\u00a0<em>\u201cKalau musim hujan, lubangnya jadi kolam. Tinggal tebar bibit, jadi usaha sampingan!\u201d<\/em>\u00a0canda seorang pemuda sambil menghindari genangan yang nyaris menenggelamkan sepatunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Desa Bullaan, sang aktor utama di balik drama jalan rusak ini, sepertinya sedang menjalankan misi rahasia:\u00a0\u201cMenjaga Keaslian Desa\u201d\u00a0dengan cara menolak modernisasi aspal. Selama tiga periode, beliau konsisten seperti pedagang sate yang tak mau ganti resep\u2014meski pelanggannya mengeluh dagingnya alot. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kantor desa yang jalannya mulus mungkin sengaja dibiarkan sebagai\u00a0\u201cmuseum perbandingan\u201d, supaya warga paham bahwa aspal itu ada, tapi hanya untuk yang berkuasa.\u00a0<em>\u201cKalau mau lihat aspal, datang ke kantor pak kades. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Di situ ada sisa-sisanya,\u201d<\/em>\u00a0sindir seorang ibu sambil menggendong anak, melompati kubangan seperti main\u00a0<em>engklek<\/em>\u00a0versi kehidupan nyata. Dana desa yang disebut\u00a0<em>\u201cterbanyak se-Kecamatan\u201d<\/em>\u00a0itu seolah jadi teka-teki silang tanpa jawaban. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang jelas, dampaknya sudah seperti sinetron sabtu pagi:\u00a0<em>\u201cDampak dari jalan yang rusak itu sangat membahayakan rakyat atau umumnya para pengguna jalan dan Citra Desa Bullaan terhadap warga luar.\u201d<\/em>\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi siapa peduli citra? Justru dengan jalan rusak, Desa Bullaan bisa jadi\u00a0<strong>\u201cfilter alami\u201d<\/strong>\u00a0bagi tamu tak diundang.\u00a0<em>\u201cMau jenguk keluarga di sini? Siapkan mental. Kalau mobilnya nyemplung lubang, anggap saja itu ujian keikhlasan,\u201d<\/em>\u00a0kata seorang sopir angkot yang sudah hapal setiap jebakan di jalan itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ironisnya, di tengah keluhan warga, pemerintah desa mungkin sedang sibuk menyusun proposal dana tahun depan dengan judul\u00a0<strong>\u201cPeningkatan Jalan Multifungsi Berbasis Kearifan Lokal\u201d<\/strong>\u2014istilah keren untuk lubang yang dibiarkan tetap ada.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cAnggaran Dana Desanya sangat besar mas untuk tahun ini, sangat butuh pengawasan serius agar realisasinya sesuai harapan masyarakat dan jauh dari penyimpangan,\u201d<\/em>\u00a0protes warga yang lelah jadi penonton. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi pengawasan seperti apa yang diharapkan? Dinas PUPR setempat mungkin mengira jalan itu\u00a0<strong>\u201ckarya seni instalasi\u201d<\/strong>, sementara aparat desa sibuk menghitung beras bantuan yang entah sampai ke tangan siapa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepuluh tahun berlalu, anak-anak yang dulu terjatuh dari sepeda karena lubang itu kini sudah jadi bapak-bapak. Tapi jalanan tetap sama\u2014bahkan mungkin lebih dalam, seolah ingin menyaingi sumur-sumur tua di belakang rumah warga.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cKalau dana desa itu dikumpulin, bisa buat bangun jalan ke bulan. Tapi di sini, ke sekolah saja susahnya kayak naik haji,\u201d<\/em>\u00a0keluh seorang bapak paruh baya, sambil menuntun motornya yang ban depannya nyangkut di lubang berbentuk peta Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di ujung cerita, warga hanya bisa berharap agar suatu hari nanti, dana desa yang \u201chilang\u201d itu akan kembali seperti pepatah Jawa:\u00a0<em>\u201cJancuk! kapan dalane didandani?.\u201d<\/em>\u00a0Tapi kapan? Entahlah. Yang pasti, selama jalan ini masih berlubang, Desa Bullaan tetap akan dikenang sebagai\u00a0\u201ckampung dengan jutaan cerita di setiap kubangan\u201d\u2014tempat di mana setiap genangan air adalah cermin yang memantulkan ironi kebijakan, dan setiap lubang adalah monumen untuk janji yang terpendam. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai jumpa di kubangan selanjutnya. Mari Kita Catat Untuk Bukti di Akhirat!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih, ada sebuah jalan yang seperti yang sudah-sudah bisa sebagai salah satu\u00a0\u201cJalan Multifungsi\u201d\u2014bukan karena mulusnya, melainkan karena kemampuannya berubah menjadi kolam renang dadakan saat hujan dan arena uji nyali kendaraan saat kemarau. Warga Dusun Banno dan Bajur mungkin sedang tidak sadar bahwa mereka memiliki\u00a0\u201cjalan multi-fungsi\u201d\u00a0yang lebih fleksibel daripada jas hujan pedagang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":15640,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8179],"tags":[18852,18816],"class_list":["post-15638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kritik","tag-desa-bullaan___id","tag-sumenep___id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/15638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=15638"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/15638\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/15640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=15638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=15638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=15638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}