{"id":15668,"date":"2025-04-13T11:48:39","date_gmt":"2025-04-13T04:48:39","guid":{"rendered":"https:\/\/jailangkung.com\/?p=15668"},"modified":"2025-04-13T11:54:23","modified_gmt":"2025-04-13T04:54:23","slug":"prabowo-buka-keran-impor-solusi-atau-bencana-ini-yang-tidak-dijelaskan-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jailangkung.com\/prabowo-buka-keran-impor-solusi-atau-bencana-ini-yang-tidak-dijelaskan-pemerintah\/","title":{"rendered":"Prabowo Buka Keran Impor! Solusi atau Bencana? Ini yang Tidak Dijelaskan Pemerintah!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sebuah langkah yang dianggap &#8220;revolusioner&#8221;\u2014atau mungkin sekadar pengakuan terlambat atas kegagalan kebijakan selama puluhan tahun\u2014Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan penghapusan kuota impor untuk barang-barang pokok. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan semangat bak pahlawan super yang baru saja menemukan kenyataan pahit bahwa korupsi itu buruk, Prabowo berkoar: <em>&#8220;Siapa yang mampu, silakan impor! Tidak perlu tunjuk-tunjuk lagi!&#8221;<\/em> Seolah-olah sistem kuota yang selama ini menjadi sarang mafia impor adalah temuan alien, bukan hasil desain kebijakan pemerintah yang sama yang ia pimpin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dari Monopoli ke &#8220;Kebebasan&#8221; yang Masih Dipertanyakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prabowo, dengan retorika khas politisi yang tiba-tiba &#8220;tercerahkan&#8221;, menyatakan bahwa kuota impor telah menjadi alat bagi segelintir perusahaan &#8220;terpilih&#8221; untuk mengeruk rente. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Enak saja, cuma perusahaan A, B, C yang boleh impor!&#8221;<\/em> ujarnya, seolah lupa bahwa selama ini, para &#8220;perusahaan terpilih&#8221; itu seringkali adalah kroni-kroni partai atau keluarga elite yang sama yang menghadiri acara penggalangan dana kampanye. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pun dengan gagah berseru: <em>&#8220;Volume impor tidak lagi dimonopoli pihak tertentu!&#8221;<\/em> Meski begitu, ia lupa\u2014atau sengaja menghindar\u2014untuk menyebut <em>siapa<\/em> sebenarnya &#8220;pihak tertentu&#8221; itu. Mungkin nama-namanya terlalu panas untuk diungkap dalam keterangan tertulis yang steril.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penghapusan kuota ini diklaim sebagai upaya &#8220;merampingkan birokrasi&#8221;. Tapi, benarkah kebijakan ini akan mengubah sistem yang korup menjadi surga kompetisi? Atau justru mengganti monopoli lama dengan oligopoli baru\u2014di mana hanya konglomerat bermodal besar yang sanggup bermain? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab, jika sebelumnya izin impor diperjualbelikan oleh mafia kuota, kini izin itu mungkin akan dikuasai oleh perusahaan multinasional yang bisa membeli kapal kargo sekaligus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rakyat kecil? <em>&#8220;Silakan impor, asal punya dana dan koneksi bank!&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Antara Membuka Keran dan Membanjiri Pasar Domestik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prabowo juga menyoroti impor daging, seolah-olah membuka keran impor adalah solusi ajaib untuk menurunkan harga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, di balik retorika &#8220;kebebasan&#8221;, ada ironi yang menggelitik: bagaimana mungkin kebijakan ini akan melindungi peternak lokal jika pasar dibanjiri daging impor murah? Sudaryono berusaha menenangkan dengan berkata, <em>&#8220;Ini bukan impor besar-besaran!&#8221;<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, tanpa kuota, apa yang menghalangi importir untuk membanjiri pasar selama ada permintaan? Apalagi jika &#8220;permintaan&#8221; itu direkayasa oleh kartel yang sama yang dulu menguasai kuota.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, ada klaim mulia tentang &#8220;menjaga produksi dalam negeri&#8221;. Tapi, ketika mekanisme proteksi seperti kuota dihapus, apa yang tersisa untuk melindungi petani atau peternak lokal?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Janji untuk <em>&#8220;memprioritaskan produksi dalam negeri di sektor teknologi dan pakaian&#8221;<\/em> terdengar seperti guyonan pahit. Sebab, jika sektor pangan\u2014yang menjadi dasar ketahanan nasional\u2014sudah dilepas ke pasar global, apa lagi yang tersisa untuk dipertahankan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Korupsi Kuota: Musuh yang Tiba-Tiba Ditemukan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang paling menggelitik adalah narasi bahwa penghapusan kuota adalah &#8220;langkah anti-korupsi&#8221;. Seolah-olah para pembuat kebijakan baru saja tersadar bahwa sistem kuota adalah sarang rente\u2014padahal laporan Tempo dan pengamat telah mengungkapnya sejak era Orde Baru. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini seperti mengaku menemukan api di tengah kebakaran hutan, lalu berteriak <em>&#8220;Kita harus mematikan api!&#8221;<\/em> sambil menuangkan bensin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prabowo mungkin layak dipuji karena berani mengakui bahwa kebijakan impor selama ini adalah <em>circus<\/em> korupsi. Tapi, alih-alih membongkar mafia yang telah mengakar, kebijakannya justru mengubah aturan tanpa menyentuh aktor-aktornya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mafia kuota bisa saja beralih profesi menjadi mafia logistik, sementara rakyat tetap terjepit antara harga tinggi dan kualitas rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Antara Harapan dan Sindiran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penghapusan kuota impor adalah kebijakan yang layak diapresiasi\u2014jika memang diiringi transparansi dan penegakan hukum. Tapi, dalam bayangan sarkastik, ini terasa seperti mengganti penyakit kronis dengan plasebo. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prabowo mungkin sedang bermimpi tentang pasar bebas yang adil, tapi tanpa regulasi yang ketat dan penindakan terhadap koruptor, kebijakan ini bisa jadi hanya ilusi deregulasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhir kata, mari bertepuk tangan untuk langkah &#8220;berani&#8221; pemerintah: menghapus kuota impor sambil berharap pasar akan mengatur dirinya sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena, seperti kata pepatah, <em>&#8220;Jika kebebasan adalah jawaban, maka siapa peduli dengan pertanyaan?&#8221;<\/em> Semoga petani lokal dan usaha kecil tidak menjadi tumbal dalam drama &#8220;liberalisasi&#8221; yang penuh teka-teki ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam sebuah langkah yang dianggap &#8220;revolusioner&#8221;\u2014atau mungkin sekadar pengakuan terlambat atas kegagalan kebijakan selama puluhan tahun\u2014Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan penghapusan kuota impor untuk barang-barang pokok. Dengan semangat bak pahlawan super yang baru saja menemukan kenyataan pahit bahwa korupsi itu buruk, Prabowo berkoar: &#8220;Siapa yang mampu, silakan impor! Tidak perlu tunjuk-tunjuk lagi!&#8221; Seolah-olah sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15669,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8179],"tags":[2615],"class_list":["post-15668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kritik","tag-prabowo-subianto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/15668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=15668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/15668\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/15669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=15668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=15668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=15668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}