{"id":9480,"date":"2024-01-30T18:32:44","date_gmt":"2024-01-30T11:32:44","guid":{"rendered":"https:\/\/jailangkung.com\/?p=9480"},"modified":"2024-01-30T18:32:46","modified_gmt":"2024-01-30T11:32:46","slug":"sejarah-penemuan-teorema-fermat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jailangkung.com\/sejarah-penemuan-teorema-fermat\/","title":{"rendered":"Sejarah Penemuan Teorema Fermat"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pendahuluan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>jlk- <\/strong>Teorema Terakhir Fermat adalah salah satu teorema paling terkenal dalam matematika, dicetuskan oleh Pierre de Fermat pada abad ke-17. Teorema ini mengatakan: \u201cUntuk semua bilangan bulat n &gt; 2, tidak ada bilangan bulat positif a, b, dan c yang memenuhi persamaan a^n + b^n = c^n\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pencetusan oleh Fermat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1637, Fermat menulis teorema tersebut pada pinggiran salah satu halaman bukunya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengklaim telah menemukan bukti dari teori tersebut, hanya saja ia tidak bisa menuliskannya karena pinggiran halaman bukunya tidak muat lagi. Namun, tidak diketahui apakah Fermat benar-benar menemukan bukti untuk semua pangkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Misteri Selama 357 Tahun<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama 357 tahun berikutnya, para matematikawan dunia tidak dapat membuktikannya, dan teorema ini menjadi salah satu teka-teki terbesar dalam matematika. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak matematikawan yang mencoba membuktikan teorema ini, namun selalu gagal. Teorema ini bahkan menjadi semacam legenda di kalangan matematikawan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bukti oleh Andrew Wiles<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhirnya, pada tahun 1994, matematikawan Inggris bernama Andrew Wiles berhasil membuktikan kebenaran teorema ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukti Wiles ini merupakan tonggak sejarah dalam matematika, dan menjadi bukti bahwa teorema yang telah lama menjadi misteri ini akhirnya terpecahkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teorema Fermat adalah contoh bagaimana sebuah teka-teki matematika dapat bertahan selama berabad-abad sebelum akhirnya terpecahkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah ini juga menunjukkan betapa pentingnya ketekunan dan kegigihan dalam mengejar pengetahuan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun Fermat mungkin tidak pernah membayangkan bahwa teoremanya akan menjadi misteri selama ini, kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak matematikawan di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan jlk- Teorema Terakhir Fermat adalah salah satu teorema paling terkenal dalam matematika, dicetuskan oleh Pierre de Fermat pada abad ke-17. Teorema ini mengatakan: \u201cUntuk semua bilangan bulat n &gt; 2, tidak ada bilangan bulat positif a, b, dan c yang memenuhi persamaan a^n + b^n = c^n\u201d. Pencetusan oleh Fermat Pada tahun 1637, Fermat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":9481,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6377,3283,6824],"class_list":["post-9480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sorotan","tag-matematika","tag-sejarah","tag-teorema-fermat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=9480"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9480\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/9481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=9480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=9480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jailangkung.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=9480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}