Mikroplastik: Plastik Tak Kasat Mata dengan Bahaya yang Mengancam Nyata

rasyiqi By rasyiqi - Writer, Digital Marketer
4 Min Read
black sealion on net
Photo by NOAA on Unsplash

jlk – Plastik. Siapa yang tidak kenal dengan benda yang satu ini? Dari mulai kantong belanja, botol minuman, hingga alat-alat rumah tangga, plastik ada di mana-mana.

Bahkan, plastik juga ada di dalam tubuh kita. Lho, kok bisa?

Ya, plastik yang kita gunakan sehari-hari itu tidak selamanya utuh dan utuh. Sebagian besar plastik yang kita buang akan berakhir di laut, dan di sana plastik akan terurai menjadi partikel-partikel kecil yang disebut mikroplastik.

Mikroplastik adalah plastik berukuran kurang dari 5 milimeter, atau sekitar ukuran biji wijen.

- Advertisement -

Mikroplastik ini bisa berasal dari plastik sekali pakai yang pecah karena sinar matahari, gelombang, atau gesekan.

Bisa juga berasal dari plastik yang sengaja diproduksi dalam ukuran kecil, seperti mikrobutiran yang ada di produk kecantikan atau serat sintetis yang ada di pakaian.

Nah, mikroplastik ini ternyata tidak hanya mengotori laut, tetapi juga masuk ke dalam rantai makanan. Ikan, kerang, udang, dan hewan laut lainnya bisa menelan mikroplastik tanpa sadar.

Dan kita, sebagai konsumen akhir, juga bisa menelan mikroplastik lewat makanan laut yang kita santap.

Tidak hanya itu, mikroplastik juga bisa masuk ke dalam tubuh kita lewat udara yang kita hirup, air yang kita minum, atau buah-buahan dan sayuran yang kita makan.

- Advertisement -

Bagaimana bisa? Karena mikroplastik itu sangat kecil, ia bisa terbawa angin, hujan, atau irigasi ke tanah, dan kemudian diserap oleh tanaman.

Lalu, apa bahaya mikroplastik bagi tubuh kita? Apakah kita akan menjadi manusia plastik? Tentu saja tidak. Tapi, bukan berarti kita bisa menganggap enteng mikroplastik.

Mikroplastik bisa membawa berbagai zat kimia berbahaya yang terlarut di air, seperti pestisida, logam berat, atau hormon sintetis.

- Advertisement -

Zat-zat ini bisa menumpuk di dalam tubuh kita dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti kanker, alergi, infeksi, kerusakan organ, atau gangguan reproduksi. Belum lagi, mikroplastik juga bisa merusak ekosistem laut, mengganggu kehidupan biota, dan memperparah perubahan iklim.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah mikroplastik ini? Apakah kita harus berhenti menggunakan plastik sama sekali? Tentu saja tidak.

Plastik memang memiliki banyak manfaat dan kegunaan, asalkan kita menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengurangi penggunaan dan pembuangan plastik, seperti:

  • Menggunakan tas belanja yang bisa dipakai ulang, bukan kantong plastik sekali pakai.
  • Memilih produk kecantikan yang tidak mengandung mikrobutiran plastik, atau membuat sendiri dari bahan alami.
  • Mencuci pakaian dari serat sintetis dengan air dingin, siklus pendek, dan pengering rendah, atau menggunakan filter khusus untuk menangkap serat mikroplastik.
  • Memilah dan mendaur ulang sampah plastik sesuai dengan jenis dan kodenya, atau mengolahnya menjadi produk baru yang berguna.
  • Mendukung gerakan dan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi produksi dan konsumsi plastik, serta meningkatkan penelitian dan inovasi tentang alternatif plastik yang ramah lingkungan.

Dengan cara-cara ini, kita bisa berkontribusi untuk menjaga lingkungan dan kesehatan kita dari ancaman mikroplastik.

Ingat, plastik bukanlah musuh, tetapi teman yang harus kita perlakukan dengan baik. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena telah merusak bumi kita sendiri dengan plastik.

Share This Article