SUMENEP – Audiensi antara Forum Pemuda Giligenting dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep pada Senin (9/2/2026) berakhir dengan catatan kekecewaan. Meski pemerintah menjanjikan pembangunan fisik Jembatan Bringsang dimulai Maret mendatang, tuntutan mahasiswa akan solusi darurat jangka pendek justru ditolak.
Perwakilan mahasiswa, Moh. Hendiyansyah, mendesak Dinas PUTR melakukan langkah konkret sebelum memasuki bulan Ramadan, yakni melebarkan jalan darurat agar dapat dilalui dua arah. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah kemacetan dan kericuhan akibat sistem buka-tutup jalan saat mobilitas warga meningkat tajam.
Namun, Kepala Dinas PUTR menolak permintaan tersebut dengan alasan kendala anggaran. Pihak dinas menyarankan agar tuntutan tersebut cukup dituangkan dalam berita acara tanpa eksekusi fisik segera.
“Kami sangat kecewa. Penambahan jalan darurat itu demi keselamatan warga dan biayanya sangat murah, bahkan mungkin tidak sampai satu juta rupiah. Penolakan ini menunjukkan minimnya keberpihakan pada keselamatan masyarakat,” kritik Hendiyansyah usai audiensi.
Janji Percepatan Lelang
Di sisi lain, Dinas PUTR membawa kabar baik terkait pembangunan permanen. Pihak dinas memastikan proyek Jembatan Desa Bringsang sudah teralokasi di APBD 2026.
Untuk mengejar ketertinggalan, Dinas PUTR melakukan pemangkasan durasi perencanaan teknis secara signifikan, dari 30 hari menjadi hanya 10 hari kerja. Dokumen lelang dijadwalkan masuk ke meja Pokja pada 12 Februari 2026.
“Target kami, jika tidak ada kendala teknis maupun administratif, pekerjaan fisik sudah bisa dimulai pada minggu ketiga Maret 2026,” janji pihak Dinas PUTR.
Forum Pemuda Giligenting menegaskan akan terus mengawal janji tersebut sembari tetap mendesak pemerintah daerah agar lebih peka terhadap kondisi darurat di lapangan, terutama menjelang momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri.

