Cara Cerdas Menggunakan Kartu Kredit dan Bahayanya

rasyiqi By rasyiqi - Writer, Digital Marketer
10 Min Read
person holding black card

jlk – Kartu kredit adalah salah satu produk finansial yang paling populer di Indonesia. Banyak orang yang menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran yang praktis, fleksibel, dan menguntungkan.

Dengan kartu kredit, kita bisa membeli barang atau jasa tanpa harus membawa uang tunai, mendapatkan diskon atau cashback dari merchant tertentu, bahkan menikmati fasilitas cicilan tanpa bunga.

Tapi, apakah kartu kredit benar-benar sebaik itu? Apakah kartu kredit tidak memiliki sisi gelap yang bisa mengancam keuangan kita? Jawabannya tentu ada.

Kartu kredit bisa menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan atau merugikan kita, tergantung bagaimana kita menggunakannya.

- Advertisement -

Banyak orang yang terjebak dalam perangkap hutang kartu kredit karena tidak bijak dalam mengelola kartu kredit mereka.

Mereka tergiur dengan limit yang besar, promo yang menggoda, atau gaya hidup yang konsumtif.

Akibatnya, mereka menggesek kartu kredit melebihi kemampuan mereka, lupa membayar tagihan tepat waktu, atau bahkan menarik tunai dengan kartu kredit.

Hal-hal ini tentu saja berdampak buruk pada keuangan kita. Selain harus membayar bunga yang tinggi, kita juga bisa mendapatkan catatan buruk di BI Checking yang bisa menghambat kita mendapatkan kredit di masa depan.

Belum lagi risiko stres, depresi, atau bahkan bunuh diri karena tidak sanggup membayar hutang.

- Advertisement -

Lalu, bagaimana cara cerdas menggunakan kartu kredit agar kita bisa mendapatkan manfaatnya tanpa harus menanggung risikonya? Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita terapkan:

1. Sesuaikan Limit dengan Penghasilan

Limit kartu kredit adalah batas maksimal yang bisa kita gunakan untuk bertransaksi dengan kartu kredit.

Limit ini ditentukan oleh bank berdasarkan penghasilan, riwayat kredit, dan profil kita. Semakin tinggi penghasilan kita, semakin besar limit yang bisa kita dapatkan.

- Advertisement -

Namun, limit yang besar bukan berarti kita bisa menggesek kartu kredit seenaknya. Kita harus tetap mengatur pengeluaran kita agar tidak melebihi kemampuan kita.

Sebagai patokan, sebaiknya kita tidak menggesek kartu kredit lebih dari 30% dari penghasilan kita.

Misalnya, jika penghasilan kita Rp10 juta per bulan, maka batas penggunaan kartu kredit kita adalah Rp3 juta per bulan.

Dengan begitu, kita bisa mengendalikan pengeluaran kita dan menghindari over limit yang bisa menimbulkan denda.

Selain itu, kita juga bisa membayar tagihan kartu kredit secara penuh dan tepat waktu, sehingga tidak terkena bunga.

2. Manfaatkan Promo dengan Bijak

Salah satu keuntungan menggunakan kartu kredit adalah bisa mendapatkan promo atau diskon dari merchant tertentu.

Misalnya, kita bisa mendapatkan potongan harga, cashback, poin reward, atau fasilitas cicilan tanpa bunga jika kita bertransaksi dengan kartu kredit di tempat yang bekerja sama dengan bank penerbit kartu kredit kita.

Namun, promo ini bisa menjadi bumerang jika kita tidak bijak dalam memanfaatkannya. Banyak orang yang tergoda untuk membeli barang atau jasa yang sebenarnya tidak mereka butuhkan hanya karena ada promo.

Padahal, promo ini bisa jadi hanya trik marketing untuk menarik konsumen.

Oleh karena itu, sebelum kita memanfaatkan promo kartu kredit, kita harus memastikan bahwa barang atau jasa yang kita beli adalah sesuatu yang kita butuhkan dan sesuai dengan anggaran kita.

Jangan sampai kita terjebak dalam utang konsumtif yang tidak produktif.

3. Hindari Tarik Tunai dengan Kartu Kredit

Kartu kredit memang memberikan kemudahan untuk kita mendapatkan uang tunai tanpa harus ke ATM.

Kita bisa menarik uang tunai dengan kartu kredit di mesin EDC atau di teller bank. Namun, hal ini sebaiknya dihindari karena bisa menimbulkan biaya yang besar.

Tarik tunai dengan kartu kredit akan dikenakan biaya administrasi sekitar 4-6% dari jumlah yang ditarik atau minimal Rp50 ribu.

Selain itu, tarik tunai dengan kartu kredit juga akan dikenakan bunga sekitar 2,5% per bulan sejak tanggal penarikan.

Bunga ini akan terus berjalan sampai kita melunasi seluruh tagihan kartu kredit kita.

Jadi, jangan perlakukan kartu kredit sebagai kartu debit. Jika kita membutuhkan uang tunai, sebaiknya kita gunakan kartu debit atau pinjam dari orang terdekat.

Jika tidak ada pilihan lain, kita harus segera melunasi tagihan tarik tunai kita agar tidak terus membengkak.

4. Bayar Tagihan Secara Penuh dan Tepat Waktu

Cara paling cerdas untuk menggunakan kartu kredit adalah dengan membayar tagihan secara penuh dan tepat waktu setiap bulannya.

Dengan begitu, kita bisa menghindari bunga yang bisa menambah beban keuangan kita. Selain itu, kita juga bisa menjaga skor kredit kita agar tetap baik.

Untuk membayar tagihan kartu kredit secara penuh, kita harus mengatur pengeluaran kita agar tidak melebihi kemampuan kita.

Kita juga harus menghindari membayar tagihan minimum yang biasanya hanya 10% dari total tagihan.

Jika kita hanya membayar tagihan minimum, maka sisanya akan dikenakan bunga yang bisa mencapai 3% per bulan.

Untuk membayar tagihan kartu kredit tepat waktu, kita harus mengetahui tanggal jatuh tempo pembayaran.

Jika kita telat membayar, kita akan dikenakan denda keterlambatan yang bisa mencapai 3% dari total tagihan atau minimal Rp100 ribu.

Selain itu, telat membayar juga bisa menurunkan skor kredit kita.

5. Gunakan Satu Kartu Kredit Saja

Memiliki banyak kartu kredit mungkin terlihat keren dan bergengsi. Namun, hal ini bisa menjadi malapetaka jika kita tidak bisa mengelolanya dengan baik.

Memiliki banyak kartu kredit bisa membuat kita sulit mengontrol pengeluaran dan melacak tagihan kita.

Apalagi jika kita memiliki kartu kredit dengan limit yang besar dan bunga yang tinggi.

Oleh karena itu, sebaiknya kita gunakan satu kartu kredit saja yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita.

Pilihlah kartu kredit yang memiliki limit yang cukup, bunga yang rendah, dan fasilitas yang bermanfaat.

Jika kita sudah memiliki lebih dari satu kartu kredit, segera tutup yang tidak perlu dan fokus untuk melunasi yang ada.

6. Cek Laporan Tagihan secara Rutin

Salah satu cara untuk mengawasi penggunaan kartu kredit kita adalah dengan melakukan cek laporan tagihan secara rutin.

Laporan tagihan adalah dokumen yang berisi rincian transaksi yang kita lakukan dengan kartu kredit dalam satu periode tertentu.

Laporan tagihan biasanya dikirimkan oleh bank melalui email atau pos setiap bulannya.

Dengan melakukan cek laporan tagihan, kita bisa mengetahui apakah ada transaksi yang tidak kita lakukan atau ada kesalahan perhitungan dari pihak bank.

Jika ada, kita bisa segera melaporkannya ke bank untuk mendapatkan penyelesaian.

Selain itu, cek laporan tagihan juga bisa membantu kita mengatur anggaran dan membayar tagihan tepat waktu.

7. Lindungi Kartu Kredit dari Kehilangan atau Penyalahgunaan

Kartu kredit adalah alat pembayaran yang sangat sensitif dan berisiko. Jika kartu kredit kita hilang atau dicuri, bisa saja orang lain menggunakannya untuk bertransaksi tanpa sepengetahuan kita. Hal ini tentu saja bisa merugikan kita secara finansial dan reputasi.

Untuk menghindari hal ini, kita harus melindungi kartu kredit kita dari kehilangan atau penyalahgunaan. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan:

  • Simpan kartu kredit di tempat yang aman dan mudah diingat.
  • Jangan pernah memberikan kartu kredit kepada orang lain, termasuk keluarga atau teman dekat.
  • Jangan pernah menulis PIN kartu kredit di tempat yang mudah dilihat orang lain.
  • Jangan pernah memberikan informasi kartu kredit melalui telepon, email, atau situs web yang tidak aman.
  • Jika kartu kredit hilang atau dicuri, segera laporkan ke bank untuk mendapatkan perlindungan.

Kesimpulan

Kartu kredit adalah alat pembayaran yang bisa sangat menguntungkan atau merugikan, tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Jika kita cerdas dan bijak dalam menggunakan kartu kredit, kita bisa mendapatkan banyak manfaat dan menghindari risiko yang ada.

Namun, jika kita ceroboh atau konsumtif, kartu kredit bisa menjadi bumerang yang bisa merusak keuangan dan hidup kita.

Oleh karena itu, mari kita gunakan kartu kredit dengan cerdas.

Mari kita sesuaikan limit dengan penghasilan, manfaatkan promo dengan bijak, hindari tarik tunai, bayar tagihan secara penuh dan tepat waktu, gunakan satu kartu kredit saja, cek laporan tagihan secara rutin, dan lindungi kartu kredit dari kehilangan atau penyalahgunaan.

Dengan begitu, kita bisa menikmati manfaat kartu kredit tanpa harus menanggung risikonya.

Ingat, kartu kredit adalah alat, bukan tujuan. Jangan biarkan kartu kredit mengendalikan hidup kita, tapi kita yang mengendalikan kartu kredit.

Topik:
Share This Article