Menelusuri Jejak Sejarah di Kota Tua Semarang: Sebuah Perjalanan Melalui Waktu

zajpreneur By zajpreneur
7 Min Read
beige concrete buildings during daytime

jlk – Seiring dengan detak jam yang berdentang, kita diajak untuk melangkah mundur dalam waktu, menelusuri jejak sejarah di Kota Tua Semarang.

Kota yang dikenal dengan julukan “Little Netherland” ini menawarkan cerita yang mendalam dan menarik dari masa lalu.

Kota Tua Semarang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Kota Lama”, adalah kawasan yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20. Kawasan ini dibangun benteng, yang dinamai benteng Vijfhoek, untuk mengamankan warga dan wilayahnya.

Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por. Kata ‘Berok’ sendiri merupakan hasil pelafalan masyarakat Pribumi yang kesulitan melafalkan kata ‘Burg’ dalam bahasa Belanda.

- Advertisement -

Kota Lama Semarang ini merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kukuh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang.

Sejarah awal Kota Lama Semarang dimulai pada abad ke 19 hingga 20, dimana kawasan Kota Tua Semarang merupakan suatu area yang dijadikan sebagai pusat perdagangan.

Pada masa itu, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) mendirikan benteng di kawasan ini yang diberi nama benteng Vijhoek untuk mengamankan warga dan wilayahnya.

Sejarah Kota Lama Semarang dimulai pada tahun 1678, ketika terjadi kesepakatan antara Kerajaan Mataram dan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), atau Perusahaan Hindia Timur Bersatu.

Dalam kesepakatan ini, Semarang diserahkan kepada VOC sebagai bagian dari pembayaran atas bantuan VOC dalam mengatasi pemberontakan Trunojoyo.

- Advertisement -

Kawasan Kota Lama juga dilengkapi dengan Museum bernama Museum Kota Lama yang terletak di kawasan Jalan Cenderawasih, Semarang Tengah. Sejarah Gedung NILLMIJ (Nederlandsch-Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij), kini bernama Gedung Asuransi Jiwasraya.

Diawali dari penandatangan perjanjian antara Kerajaan Mataram dan VOC pada 15 Januari 1678. Kala itu Amangkurat II menyerahkan Semarang kepada pihak VOC sebagai pembayaran karena VOC telah berhasil membantu Mataram menumpas pemberontakan Trunojoyo.

Setelah Semarang berada di bawah kekuasaan penuh VOC, kota itu pun mulai dibangun. Sebuah benteng bernama Vijfhoek yang digunakan sebagai tempat tinggal warga Belanda dan pusat militer mulai dibangun.

- Advertisement -

Lama kelamaan benteng tidak mencukupi sehingga warga mulai membangun rumah di luar sebelah timur benteng. Tak hanya rumah-rumah warga, gedung pemerintahan dan perkantoran juga didirikan.

Pada tahun 1740-1743 terjadilah peristiwa Geger Pacinan, perlawanan terbesar pada kurun waktu kekuasaan VOC di Pulau Jawa.

Setelah perlawanan tersebut berakhir dibangunlah fortifikasi mengelilingi kawasan Kota Lama Semarang. Setelahnya karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan kota yang makin pesat, fortifikasi ini dibongkar pada tahun 1824.

Untuk mengenang keberadaan banteng yang mengelilingi kota lama, maka jalan-jalan yang ada diberi nama seperti Noorderwalstaat (Jalan Tembok Utara-Sekarang Jalan Merak), Oosterwalstraat (Jalan Tembok Timur – Sekarang Jalan Cendrawasih), Zuiderwalstraat (Jalan Tembok Selatan-Sekarang Jalan Kepodang) dan juga Westerwaalstraat (Jalan Tembok Barat-Sekarang Jalan Mpu Tantular).

Share This Article