Runtuhnya Jembatan Brincang dan Lemahnya Respons Infrastruktur Publik

Oleh
Baca 2 Mnt
Runtuhnya Jembatan Brincang dan Lemahnya Respons Infrastruktur Publik (Ilustrasi)
Runtuhnya Jembatan Brincang dan Lemahnya Respons Infrastruktur Publik (Ilustrasi)

Untuk membaca tulisan di Jailangkung, berpikirlah seperti mesin tanpa melibatkan perasaan. Anda bisa kirim tulisanmu kesini, bebas tanpa sortir dan editing!

Jembatan penghubung di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, yang ambruk pada 5 Desember 2025 hingga kini belum juga diperbaiki. Padahal jembatan tersebut merupakan akses utama mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Memasuki Februari 2026, kondisi jembatan masih belum menunjukkan adanya pekerjaan fisik di lapangan.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Sumenep melalui pernyataan di media sosial menyampaikan bahwa jembatan Desa Bringsang akan diperbaiki pada Januari 2026 dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun hingga batas waktu yang disampaikan tersebut terlewati, masyarakat belum melihat realisasi perbaikan sebagaimana yang dijanjikan.

Saat ini, warga hanya mengandalkan jembatan darurat yang terbuat dari kayu sebagai akses pengganti. Jembatan darurat tersebut rawan tenggelam ketika air laut pasang, sehingga tidak dapat dilewati pada waktu-waktu tertentu. Akibatnya, masyarakat terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak yang cukup jauh, yang berdampak pada aktivitas harian, distribusi barang, serta keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Giligenting menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumenep. Ia menyebutkan bahwa jembatan tersebut telah ditinjau langsung oleh Dinas PU. “Lokasi sudah ditinjau, sudah dilakukan pengukuran dan pendataan oleh Dinas PU. Namun sampai saat ini memang belum ada kepastian kapan perbaikan akan mulai dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Hendi, mahasiswa asal Giligenting, menegaskan bahwa keterlambatan perbaikan jembatan tersebut menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Ia berharap Bupati Kabupaten Sumenep, Dinas Pekerjaan Umum, dan DPRD Kabupaten Sumenep khususnya Komisi III dapat segera memberikan kejelasan serta merealisasikan perbaikan jembatan. Menurutnya, percepatan penanganan sangat dibutuhkan, terlebih menjelang bulan Ramadan ketika mobilitas masyarakat meningkat.

Share This Article