Akar Konflik Israel – Iran, Kenapa Jadi Musuh Bebuyutan?

rasyiqi By rasyiqi - Writer, Digital Marketer
4 Min Read

Pada tanggal 14 April 2024, Timur Tengah kembali dipanaskan oleh konflik proksi antara dua negara yang telah lama berseteru, Iran dan Israel.

Iran meluncurkan serangan udara ke Israel yang mencakup 170 drone, 30 rudal jelajah, dan 110 rudal balistik.

Ini adalah pertama kalinya Iran melancarkan serangan ke Israel dari wilayah kedaulatan Iran. Namun, apa yang mendasari konflik proksi ini? Bagaimana sejarahnya?

Awal Mula Konflik

Hubungan antara Israel dan Iran sejatinya cukup baik sampai ketika Revolusi Islam yang dikomandoi Ayatollah merebut kekuasaan di Teheran pada 1979.

- Advertisement -

Meski menentang rencana pembagian wilayah Palestina yang berujung pada berdirinya negara Israel pada 1948, Iran adalah negara Islam kedua yang mengakui pendirian Israel setelah Mesir.

Saat itu, Iran adalah negara monarki yang diperintah oleh Shah dari dinasti Pahlavi dan salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah.

Namun pada 1979, Revolusi Ruhollah Khomeini menggulingkan Shah dan mendirikan Republik Islam Iran.

Salah satu ciri identitas utama Khomeini adalah menolak “imperialisme” Amerika Serikat dan sekutunya Israel. Dengan demikian, permusuhan antara Iran dan Israel pun dimulai.

Konflik Berlanjut

Permusuhan antara Iran dan Israel merupakan salah satu sumber ketidakstabilan di Timur Tengah.

- Advertisement -

Bagi Teheran, Israel tidak punya hak untuk hidup. Para penguasa Iran menganggap Israel sebagai “setan kecil” sekaligus sekutu Amerika Serikat yang mereka sebut sebagai “setan besar”.

Iran ingin keduanya menghilang dari Timur Tengah.

Di lain pihak, Israel menuduh Iran mendanai kelompok “teroris” dan melakukan serangan terhadap kepentingannya yang dimotivasi oleh sikap anti-Yahudi dari para ayatollah.

- Advertisement -

Persaingan antara dua “musuh bebuyutan” ini telah menimbulkan banyak korban jiwa, sering kali akibat tindakan rahasia yang tidak diakui oleh pemerintah mana pun.

Implikasi Geopolitik

Akar sejarah konflik antara Iran dan Israel sangat kompleks dan beragam, dengan perbedaan ideologi, agama, dan kepentingan geopolitik yang bertentangan di kawasan Timur Tengah.

Israel, sebagai negara Yahudi yang didirikan setelah Perang Dunia II, telah menjadi sekutu dekat Amerika Serikat dan sekutu regional di kawasan tersebut.

Konflik proksi Iran-Israel adalah konflik tak langsung antara Israel dan Iran.

Konflik tersebut berdasarkan pada perjuangan politik antara kepemimpinan Iran dan Israel, dengan Israel berniat untuk menghindari tuduhan senjata nuklir dari pemerintah Iran dan melemahkan sekutu-sekutu dan proksi-proksinya seperti partai Hezbollah di Lebanon.

Kesimpulan

Konflik proksi antara Iran dan Israel adalah cerminan dari perjuangan politik, ideologi, dan agama yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Dengan serangan terbaru Iran ke Israel, ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat.

Namun, untuk memahami konflik ini, kita harus melihat ke belakang dan memahami sejarah dan konteks yang melatarbelakangi permusuhan ini.

Konflik ini bukan hanya tentang dua negara yang berseteru, tetapi juga tentang bagaimana konflik tersebut mempengaruhi stabilitas regional dan global.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang sejarah dan konteksnya, kita dapat berharap untuk mencari solusi damai untuk konflik proksi ini di masa depan.

Topik:
Share This Article