Asal-Usul Sebutan Mobil: Siapa yang Menyebut Mobil Pertama dan Bagaimana Proses Pembuatannya

zajpreneur By zajpreneur
5 Min Read
Asal-Usul Sebutan Mobil: Siapa yang Menyebut Mobil Pertama dan Bagaimana Proses Pembuatannya

jlk – Mobil adalah salah satu alat transportasi yang paling umum dan populer di dunia saat ini. Hampir setiap orang memiliki atau pernah naik mobil, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis.

Namun, apakah Anda tahu dari mana asal-usul sebutan mobil? Siapa yang menyebut mobil pertama kali dan bagaimana proses pembuatan kendaraan beroda empat ini?

Sebutan Mobil dari Bahasa Latin

Sebutan mobil berasal dari bahasa Latin, yaitu automobilis, yang berarti “bergerak sendiri”. Kata ini merupakan gabungan dari dua kata, yaitu auto yang berarti “sendiri” dan mobilis yang berarti “bergerak”. Sebutan ini menggambarkan karakteristik mobil yang dapat bergerak tanpa bantuan hewan atau manusia.

Sebutan mobil dalam bahasa Indonesia sendiri diadaptasi dari bahasa Belanda, yaitu automobiel.

- Advertisement -

Kata ini juga berasal dari bahasa Latin, namun dengan ejaan yang berbeda. Sebutan mobil dalam bahasa lain juga memiliki akar kata yang sama, seperti automobile dalam bahasa Inggris dan Prancis, automobil dalam bahasa Jerman, dan automovil dalam bahasa Spanyol.

Penemu Mobil Pertama di Dunia

Meskipun sebutan mobil berasal dari bahasa Latin, penemu mobil pertama di dunia bukanlah orang Romawi kuno.

Penemu mobil pertama di dunia adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis, bernama Nicolas-Joseph Cugnot. Pada tahun 1769, Cugnot berhasil menciptakan sebuah kendaraan beroda tiga yang digerakkan oleh mesin uap.

Kendaraan ini awalnya dibuat untuk keperluan militer, yaitu untuk mengangkut meriam dan peralatan berat lainnya.

Kendaraan ini memiliki berat sekitar 2,5 ton dan dapat menempuh kecepatan maksimal 4 km/jam. Namun, kendaraan ini memiliki banyak kekurangan, seperti tidak stabil, sulit dikendalikan, dan sering berhenti untuk mengisi air dan memanaskan ketel uap.

- Advertisement -

Mobil Pertama di Indonesia

Mobil pertama yang masuk ke Indonesia adalah mobil bermerek Benz, yang dibuat oleh Karl Benz, seorang insinyur asal Jerman.

Benz adalah orang pertama yang membuat mobil bertenaga bensin pada tahun 1886. Mobil ini memiliki empat roda dan dapat menempuh kecepatan maksimal 16 km/jam.

Mobil Benz pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1894, atas pesanan Pakubuwono X, raja Kasunanan Surakarta.

- Advertisement -

Pakubuwono X membeli mobil ini dengan harga 10.000 gulden, yang sangat mahal pada saat itu. Mobil ini menjadi mobil pertama di Indonesia dan juga salah satu mobil pertama di dunia yang dimiliki oleh seorang raja.

Reaksi Masyarakat terhadap Mobil

Kehadiran mobil di Indonesia pada akhir abad ke-19 menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat.

Sebagian besar orang merasa heran, takjub, dan penasaran dengan kendaraan baru ini. Namun, sebagian lainnya merasa takut, bingung, dan curiga dengan mobil yang dapat bergerak tanpa kuda.

Banyak orang yang menyebut mobil sebagai “kereta setan”, karena mereka tidak mengerti bagaimana cara kerja mesin dan bahan bakar yang digunakan.

Beberapa orang bahkan mengira bahwa mobil adalah alat sihir atau ilmu hitam yang dapat membawa bencana.

Ada juga yang menganggap mobil sebagai ancaman bagi pekerjaan dan kehidupan mereka, seperti para penarik becak, pedagang kaki lima, dan petani.

Kesimpulan

Mobil adalah salah satu penemuan yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Mobil telah mengubah cara orang bertransportasi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan dunia. Namun, mobil juga memiliki dampak negatif, seperti polusi, kemacetan, dan kecelakaan.

Sebutan mobil berasal dari bahasa Latin, yang berarti “bergerak sendiri”. Penemu mobil pertama di dunia adalah Nicolas-Joseph Cugnot, seorang ilmuwan Perancis yang membuat kendaraan beroda tiga bertenaga uap pada tahun 1769.

Mobil pertama yang masuk ke Indonesia adalah mobil Benz, yang dibeli oleh Pakubuwono X, raja Surakarta, pada tahun 1894. Kehadiran mobil di Indonesia menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, mulai dari kagum, takut, hingga curiga.

Share This Article