Kisah Pilu Alexander Pulalo: Dari Legenda Sepakbola ke Sopir

rasyiqi By rasyiqi - Writer, Digital Marketer
2 Min Read

jlk – Pernahkah Anda mendengar nama Alexander Pulalo? Bagi pecinta sepakbola Indonesia, nama ini mungkin tak asing.

Alex, begitu ia biasa disapa, pernah menjadi salah satu bek kiri tangguh Indonesia, mengukir kisah jaya bersama Arema FC.

Namun, siapa sangka, di balik kejayaannya di lapangan hijau, tersimpan kisah pilu di masa tuanya.

Dari Lapangan Hijau ke Jalan Raya

Selepas pensiun pada tahun 2011, hidup Alex bak terjun bebas. Ia harus banting stir menjadi sopir untuk bertahan hidup.

- Advertisement -

Bayangkan, seorang legenda sepakbola Indonesia harus merasakan pahitnya hidup pas-pasan.

Gajinya sebagai sopir terbilang pas-pasan, bahkan harus lembur demi menghasilkan uang lebih.

Terganjal Biaya, Impian Menjadi Pelatih Pupus

Hasrat Alex untuk menjadi pelatih sepakbola pupus karena terganjal biaya.

Ia tak mampu mengikuti kursus kepelatihan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun terasa sulit.

Ironisnya, Alex tak pernah mendapat bantuan atau janji dari pemerintah maupun PSSI. Ia tak mau berharap banyak, karena kenyataan hidup yang pahit telah menyapa.

- Advertisement -

Mencari Secercah Harapan di Sekolah Sepakbola

Meski tak pernah melatih di level nasional, Alex pernah mendedikasikan dirinya sebagai pelatih di beberapa sekolah sepakbola.

Ia mulai menekuninya setelah keluar dari pekerjaan sebagai sopir. Sebelum pandemi, Alex melatih dua SSB, Bintang Fajar di Sawangan dan Evano di Jakarta Selatan.

Ia juga pernah melatih Parung Soccer School di Kabupaten Bogor pada tahun 2018.

- Advertisement -

Namun, pandemi Covid-19 kembali menghantam kehidupan Alex. Ia tak memiliki kesibukan dan harus bekerja serabutan untuk bertahan hidup.

Kesimpulan

Kisah Alexander Pulalo adalah potret buram kehidupan para legenda sepakbola Indonesia setelah pensiun.

Di balik kejayaan mereka di lapangan hijau, tersimpan perjuangan keras dan pahitnya hidup di masa tua.

Kisah ini menjadi cermin bagi kita semua bahwa kehidupan seorang atlet tidak selalu berakhir di puncak karier.

Mereka juga memiliki kehidupan di luar lapangan yang penuh dengan tantangan dan perjuangan.

Share This Article