Market Gen Z Bagaikan Investasi: Mengapa Bisnis Harus Menyasar Generasi Ini?

Alvin Karunia By Alvin Karunia
5 Min Read
ai generated, women, men
Photo by alanajordan on Pixabay

Generasi Z, atau yang lahir pada tahun 1997-2012, merupakan generasi yang tumbuh di era digital dan memiliki karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi yang melek teknologi, kreatif, inklusif, dan peduli dengan isu sosial dan lingkungan. Mereka juga memiliki daya beli yang cukup besar dan berpotensi menjadi konsumen loyal jika bisnis dapat memenuhi kebutuhan dan harapan mereka.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 mencapai 270,2 juta jiwa, dengan usia rata-rata 30,5 tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 25% atau 67,5 juta jiwa adalah generasi Z. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan bonus demografi yang akan terjadi pada tahun 2030-2040, di mana penduduk usia produktif akan lebih banyak dibandingkan dengan usia non-produktif.

Hal ini tentu menjadi peluang bagi para pelaku bisnis untuk menargetkan pasar generasi Z, yang memiliki karakteristik dan preferensi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa bisnis harus menyasar generasi Z sebagai target market:

  • Generasi Z memiliki daya beli yang besar dan beragam. Menurut survei yang dilakukan oleh Cermati.com, generasi Z memiliki pendapatan rata-rata Rp3,8 juta per bulan, yang berasal dari berbagai sumber, seperti gaji, usaha sampingan, atau bantuan orang tua. Mereka juga memiliki pola pengeluaran yang beragam, mulai dari kebutuhan pokok, hiburan, hingga investasi. Survei tersebut menunjukkan bahwa 21,9% generasi Z mengaku akan mengalokasikan dana untuk investasi lebih tinggi dari biasanya, sedangkan 35,7% generasi Z mengungkapkan akan menyisihkan dana untuk menabung lebih tinggi dari biasanya. Hal ini menunjukkan bahwa generasi Z memiliki kesadaran finansial yang tinggi dan berpotensi menjadi konsumen yang loyal jika bisnis dapat menawarkan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka.
  • Generasi Z melek teknologi dan aktif di media sosial. Generasi Z adalah generasi yang tumbuh di era digital dan akrab dengan berbagai perangkat dan platform teknologi. Mereka menggunakan internet untuk berbagai keperluan, seperti belajar, bekerja, berbelanja, bermain, hingga berinteraksi dengan orang lain. Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi pengguna internet di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 73,7% atau sekitar 196,7 juta jiwa, dengan mayoritas pengguna berusia 19-34 tahun. Selain itu, menurut data dari We Are Social dan Hootsuite, rata-rata pengguna internet di Indonesia menghabiskan waktu 3 jam 26 menit per hari untuk mengakses media sosial, dengan platform terpopuler adalah YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok. Hal ini menunjukkan bahwa generasi Z sangat terpapar dengan informasi dan tren yang ada di dunia maya, dan bisnis harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi yang efektif dan menarik bagi generasi ini.
  • Generasi Z kreatif, inklusif, dan peduli dengan isu sosial dan lingkungan. Generasi Z adalah generasi yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif, yang mampu menciptakan dan mengekspresikan diri melalui berbagai cara, seperti seni, musik, fashion, hingga bisnis. Mereka juga adalah generasi yang inklusif dan menghargai keragaman, yang menerima dan menghormati perbedaan identitas, budaya, agama, gender, orientasi seksual, dan lain-lain. Selain itu, generasi Z adalah generasi yang peduli dengan isu sosial dan lingkungan, yang memiliki kesadaran akan dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. Menurut sebuah studi, generasi Z yang berinvestasi justru lebih banyak pada investasi berkelanjutan secara proporsional dari keseluruhan portofolio mereka dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Hal ini menunjukkan bahwa generasi Z memiliki nilai-nilai yang tinggi dan bisnis harus mampu menunjukkan komitmen dan tanggung jawab sosial yang sejalan dengan nilai-nilai tersebut.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa generasi Z adalah generasi yang memiliki potensi besar sebagai target market bagi bisnis, karena mereka memiliki daya beli yang besar dan beragam, melek teknologi dan aktif di media sosial, serta kreatif, inklusif, dan peduli dengan isu sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, bisnis harus mampu memahami karakteristik dan preferensi generasi Z, serta menawarkan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. Dengan demikian, bisnis dapat menjadikan generasi Z sebagai investasi yang menguntungkan di masa depan.

- Advertisement -
Share This Article