Perkembangan Teori Bilangan

yumna By yumna
2 Min Read
red pencil on top of mathematical quiz paper

jlk- Teori bilangan, cabang dari matematika yang mempelajari bilangan bulat dan fungsi bernilai bilangan bulat, telah berkembang sepanjang sejarah manusia.

Dalam artikel ini, kita akan menelusuri perkembangan teori bilangan dari berbagai peradaban.

Awal Mula

Sejarah perkembangan teori bilangan dimulai sejak awal keberadaan kita sebagai suatu spesies di dunia.

Pada peradaban primitif, bilangan hanya digunakan untuk mengingat jumlah. Namun, seiring perkembangan zaman, mereka mulai menyimbolkan bilangan dengan gambar dan huruf tertentu. Serangkaian simbol tersebut kemudian disebut dengan sistem numerasi.

- Advertisement -

Peradaban Babilonia

Bangsa Babilonia merupakan bangsa pertama yang menggunakan simbolisasi bilangan.

Mereka menggunakan sistem bilangan basis 60 atau sistem bilangan seksagesimal yang dicampur dengan basis 10.

Dari sinilah diturunkannya penggunaan bilangan 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dan 360 derajat dalam putaran lingkaran penuh.

Peradaban Mesir Kuno

Bangsa Mesir Kuno telah mengenal tulisan dan sistem bilangan yang disebut dengan sistem hieroglyph.

Sistem bilangan ini menggunakan basis 10 yang telah digunakan sejak 2.850 SM. Meskipun sistem ini masih belum mengenal angka nol, namun telah menjadi dasar bagi perkembangan teori bilangan selanjutnya.

- Advertisement -

Peradaban Cina Kuno

Bangsa Cina Kuno juga memiliki kontribusi penting dalam perkembangan teori bilangan.

Mereka mengembangkan sistem numerasi mereka sendiri yang menjadi cikal bakal perkembangan matematika di wilayah tersebut.

Peradaban Lainnya

Perkembangan teori bilangan juga terjadi di berbagai peradaban lainnya, seperti bangsa Maya, bangsa Yunani, bangsa Romawi, bangsa India, hingga bangsa Arab.

- Advertisement -

Masing-masing peradaban memiliki kontribusi unik mereka sendiri dalam perkembangan teori bilangan.

Kesimpulan

Perkembangan teori bilangan adalah cerminan dari perkembangan peradaban manusia itu sendiri.

Dari sistem numerasi sederhana hingga konsep-konsep matematika yang kompleks, teori bilangan telah menjadi bagian integral dari sejarah manusia.

Seperti yang dikatakan oleh matematikawan asal Jerman Carl Friedrich Gauss, “Matematika ialah ratu dari ilmu pengetahuan—dan teori bilangan ialah ratu dari matematika.”

Share This Article