Apa Efek Makan Daging Setiap Hari?

zajpreneur By zajpreneur
10 Min Read
Grilled Meat

jlk – Bagi banyak orang, makan daging adalah ritual harian yang tak tergantikan. Namun, pertanyaannya adalah, apakah makan daging setiap hari benar-benar baik untuk kesehatan kita?

Mari kita bongkar dan lihat apa yang terjadi jika kita mengonsumsi daging setiap hari, dengan menggali lebih dalam ke dalam dampak yang mungkin terjadi pada tubuh kita.

Lemak Jenuh: Musuh dalam Sepotong Steak

Daging, terutama daging merah dan olahan, kaya akan lemak jenuh. Menurut U.S. National Library of Medicine (NLM), asupan lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) dalam darah, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ini bukan sekedar teori; ini adalah fakta yang didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.

Peningkatan kadar kolesterol LDL membuat arteri kita lebih rentan terhadap pembentukan plak. Plak-plak ini bisa menyumbat arteri, mengurangi aliran darah, dan pada akhirnya menyebabkan serangan jantung atau stroke.

- Advertisement -

Jadi, setiap gigitan steak yang juicy dan lezat itu bisa berarti kita menambah risiko untuk masalah kesehatan yang serius.

Efek pada Berat Badan dan Metabolisme

Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, makan daging setiap hari mungkin bukan strategi terbaik.

Meskipun daging adalah sumber protein berkualitas tinggi yang penting untuk pertumbuhan otot dan perbaikan jaringan, konsumsi yang berlebihan bisa mempersulit usaha penurunan berat badan Anda.

Daging merah terutama mengandung kalori yang tinggi dan dapat memicu peningkatan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

Menurut studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, orang yang mengonsumsi daging merah secara teratur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

- Advertisement -

Ini mungkin karena daging merah mengandung lebih banyak lemak dan kalori dibandingkan sumber protein lain seperti ikan atau kacang-kacangan.

Risiko Kanker: Mengerikan Tapi Nyata

Salah satu risiko terbesar yang terkait dengan konsumsi daging adalah peningkatan risiko kanker.

Ketika daging dimasak pada suhu tinggi, seperti dipanggang atau digoreng, senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dapat terbentuk. Kedua senyawa ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal dan kanker lainnya.

- Advertisement -

The World Health Organization (WHO) bahkan mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogenik bagi manusia, dan daging merah sebagai mungkin karsinogenik.

Ini berarti bahwa makan daging setiap hari bisa secara signifikan meningkatkan risiko Anda terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus besar, yang merupakan salah satu kanker paling mematikan.

Degenerasi Makula: Risiko Tersembunyi pada Mata

Makan daging setiap hari juga berpotensi meningkatkan risiko degenerasi makula akibat usia, suatu kondisi yang menyebabkan kehilangan penglihatan sentral.

Studi yang dipublikasikan di Archives of Ophthalmology menemukan bahwa orang yang mengonsumsi daging merah secara teratur memiliki risiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Kondisi ini adalah salah satu penyebab utama kebutaan pada orang tua. Jadi, jika Anda adalah pecinta daging yang juga khawatir tentang kesehatan mata Anda di masa depan, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan asupan daging harian Anda.

Meningkatkan Kolesterol dan Tekanan Darah

Selain meningkatkan kolesterol LDL, makan daging setiap hari juga bisa berkontribusi pada hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Daging merah kaya akan lemak jenuh yang, seperti disebutkan sebelumnya, berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol. Tetapi daging juga sering kali tinggi natrium, terutama daging olahan seperti sosis dan bacon.

Natrium adalah elemen kunci dalam diet kita yang, jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Menurut American Heart Association, mengurangi asupan natrium adalah salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan tekanan darah.

Peradangan dan Aterosklerosis

Konsumsi daging yang berlebihan dapat memicu peradangan dalam tubuh. Ini bukanlah hal yang baik, karena peradangan kronis adalah faktor risiko untuk berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Peradangan juga berkontribusi pada proses aterosklerosis, atau pengerasan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Studi menunjukkan bahwa diet tinggi lemak jenuh dan rendah serat dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Daging merah, yang sering kali tinggi lemak jenuh dan rendah serat, adalah salah satu penyebab utamanya.

Keringat Berlebih dan Bau Mulut

Ini mungkin tampak seperti masalah kecil dibandingkan dengan risiko kanker atau penyakit jantung, tetapi makan daging setiap hari juga bisa menyebabkan bau mulut dan keringat berlebih.

Daging merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada makanan lain, dan proses pencernaan ini dapat menghasilkan gas dan senyawa bau yang diekskresikan melalui napas dan keringat.

Menurut penelitian, diet tinggi protein seperti daging merah dapat mengubah flora bakteri dalam mulut, yang dapat menyebabkan bau mulut.

Selain itu, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mencerna protein dalam daging, yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan keringat berlebih.

Alzheimer dan Gangguan Neurodegeneratif

Konsumsi daging yang berlebihan juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer dan gangguan neurodegeneratif lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi lemak jenuh dan rendah antioksidan, seperti yang ditemukan dalam banyak jenis daging merah, dapat meningkatkan risiko kerusakan oksidatif pada otak. Kerusakan ini adalah salah satu faktor utama dalam perkembangan penyakit Alzheimer.

Keuntungan Makan Daging: Tidak Semua Berita Buruk

Namun, sebelum kita membuang semua daging dari diet kita, penting untuk diingat bahwa daging juga memiliki beberapa manfaat kesehatan yang signifikan.

Daging adalah sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung hampir semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh kita. Protein ini penting untuk memperbaiki jaringan, membangun otot, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, daging kaya akan berbagai mineral penting seperti zat besi, seng, dan selenium. Zat besi dalam daging merah, misalnya, adalah bentuk heme yang lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi non-heme yang ditemukan dalam tumbuhan.

Zat besi penting untuk pembentukan sel darah merah dan transportasi oksigen ke seluruh tubuh.

Menemukan Keseimbangan: Konsumsi dengan Bijak

Jadi, bagaimana kita menyeimbangkan antara manfaat dan risiko makan daging? Kunci utamanya adalah moderasi dan variasi.

Mengonsumsi daging dalam jumlah yang wajar, sambil memastikan diet kita juga kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan sumber protein lain seperti ikan dan kacang-kacangan, adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan kita.

Menurut ahli gizi, mengurangi asupan daging merah dan menggantinya dengan protein nabati atau ikan dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis.

Misalnya, diet Mediterania, yang kaya akan ikan, buah-buahan, sayuran, dan minyak zaitun, telah terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Saran dari Ahli

Dalam wawancara dengan Dr. Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, beliau menyarankan agar kita lebih bijak dalam memilih jenis dan jumlah daging yang kita konsumsi.

“Mengganti beberapa porsi daging merah dengan protein nabati seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran tidak hanya baik untuk kesehatan kita, tetapi juga baik untuk lingkungan,” kata Dr. Hu.

Demikian juga, Dr. Alice Lichtenstein, seorang ahli diet di Tufts University, menekankan pentingnya memvariasikan sumber protein.

“Makan lebih banyak ikan, unggas tanpa kulit, dan sumber protein nabati adalah langkah yang baik untuk menyeimbangkan diet kita dan mengurangi risiko penyakit kronis,” ujar Dr. Lichtenstein.

Kesimpulan: Keseimbangan adalah Kuncinya

Makan daging setiap hari bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, daging adalah sumber nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh kita.

Namun, di sisi lain, konsumsi daging yang berlebihan bisa menempatkan kita pada risiko berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari penyakit jantung hingga kanker.

Menemukan keseimbangan yang tepat, mengonsumsi berbagai jenis protein, dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi daging adalah kunci untuk menjalani hidup sehat. Seperti halnya banyak hal dalam hidup, moderasi adalah kunci.

Jadi, nikmati steak Anda, tetapi jangan lupa untuk menyeimbangkannya dengan banyak sayuran hijau dan biji-bijian utuh. Kesehatan Anda adalah investasi jangka panjang yang paling berharga.

Share This Article