Botanical Garden di IKN: Konsep, Manfaat, dan Tantangan

Yudha Cilaros By Yudha Cilaros
8 Min Read
Botanical Garden di IKN: Konsep, Manfaat, dan Tantangan
Botanical Garden di IKN: Konsep, Manfaat, dan Tantangan

Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah proyek pembangunan ibu kota negara baru yang direncanakan berlokasi di Kalimantan Timur. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Jakarta sebagai ibu kota saat ini, seperti kemacetan, banjir, polusi, dan ketimpangan sosial. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu komponen penting dalam proyek IKN adalah pembangunan botanical garden atau kebun raya seluas 50 hektar di kawasan Istana Presiden. Botanical garden adalah kawasan yang didesain untuk melestarikan, meneliti, dan memamerkan berbagai jenis tumbuhan, baik asli maupun asing, yang memiliki nilai ilmiah, ekonomi, budaya, atau estetika. Botanical garden juga berfungsi sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan konservasi lingkungan bagi masyarakat.

Konsep Botanical Garden di IKN

Konsep botanical garden di IKN adalah menggabungkan unsur-unsur alam, budaya, dan teknologi dalam satu kawasan yang harmonis dan berkelanjutan. Botanical garden di IKN akan menampilkan berbagai koleksi tumbuhan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk yang langka dan endemik. Selain itu, botanical garden di IKN juga akan memperkenalkan berbagai aspek budaya dan sejarah Indonesia yang terkait dengan tumbuhan, seperti seni, sastra, musik, kuliner, dan obat-obatan.

Botanical garden di IKN juga akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas modern yang mendukung kegiatan penelitian, edukasi, dan rekreasi. Beberapa fasilitas yang direncanakan adalah laboratorium, perpustakaan, museum, auditorium, kafe, restoran, toko suvenir, dan area bermain anak-anak. Botanical garden di IKN juga akan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyajikan informasi yang interaktif dan menarik bagi pengunjung, seperti aplikasi seluler, QR code, augmented reality, dan virtual reality.

- Advertisement -

Manfaat Botanical Garden di IKN

Botanical garden di IKN diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lingkungan. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat dihasilkan oleh botanical garden di IKN:

  • Menjadi ikon dan daya tarik IKN. Botanical garden di IKN akan menjadi salah satu kawasan yang paling menarik dan indah di ibu kota baru. Botanical garden di IKN akan menampilkan kekayaan dan keanekaragaman flora Indonesia yang luar biasa, serta menggugah rasa bangga dan cinta tanah air bagi pengunjung. Botanical garden di IKN juga akan menjadi destinasi wisata yang populer, baik bagi wisatawan domestik maupun internasional, yang dapat meningkatkan pendapatan dan citra IKN.
  • Meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan. Botanical garden di IKN akan berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati di kawasan IKN. Botanical garden di IKN akan menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang saling berinteraksi dan membentuk rantai makanan yang sehat. Botanical garden di IKN juga akan membantu mengurangi polusi udara, suara, dan visual yang dihasilkan oleh aktivitas manusia di IKN. Botanical garden di IKN juga akan memberikan manfaat kesehatan bagi pengunjung, seperti mengurangi stres, meningkatkan imunitas, dan menyehatkan tubuh dan pikiran.
  • Mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Botanical garden di IKN akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan tumbuhan dan lingkungan. Botanical garden di IKN akan menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai bagi para peneliti, akademisi, dan mahasiswa untuk melakukan berbagai studi, eksperimen, dan inovasi. Botanical garden di IKN juga akan menjadi tempat untuk berbagi dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada masyarakat luas, baik melalui publikasi, seminar, workshop, maupun pameran.
  • Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Botanical garden di IKN akan menjadi sarana edukasi dan sosialisasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Botanical garden di IKN akan menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan menarik tentang berbagai aspek tumbuhan dan lingkungan, baik melalui media cetak, elektronik, maupun digital. Botanical garden di IKN juga akan menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti kunjungan sekolah, pelatihan, lomba, festival, dan aksi sosial.

Tantangan Botanical Garden di IKN

Meskipun memiliki berbagai manfaat, botanical garden di IKN juga menghadapi berbagai tantangan yang harus diatasi agar dapat beroperasi dengan optimal dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi oleh botanical garden di IKN:

  • Ketersediaan lahan dan sumber daya. Botanical garden di IKN membutuhkan lahan yang luas dan sumber daya yang cukup untuk membangun dan mengelola kawasan dan koleksi tumbuhannya. Namun, lahan dan sumber daya yang tersedia di IKN mungkin tidak mencukupi atau bersaing dengan kebutuhan pembangunan lainnya. Oleh karena itu, botanical garden di IKN harus mampu merencanakan, mengalokasikan, dan memanfaatkan lahan dan sumber daya yang ada secara efisien dan efektif.
  • Perubahan iklim dan bencana alam. Botanical garden di IKN berisiko terkena dampak negatif dari perubahan iklim dan bencana alam, seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, kebakaran, gempa, dan tsunami. Perubahan iklim dan bencana alam dapat merusak kawasan dan koleksi tumbuhan di botanical garden di IKN, serta mengancam keselamatan dan kenyamanan pengunjung dan pengelola. Oleh karena itu, botanical garden di IKN harus mampu mengantisipasi, mencegah, dan mengatasi perubahan iklim dan bencana alam yang terjadi.
  • Ancaman biologis dan antropogenik. Botanical garden di IKN juga berisiko terkena ancaman biologis dan antropogenik, seperti hama, penyakit, invasi spesies asing, pencurian, perusakan, dan pembajakan. Ancaman biologis dan antropogenik dapat mengurangi kualitas dan kuantitas koleksi tumbuhan di botanical garden di IKN, serta merugikan kepentingan ilmiah, ekonomi, dan budaya yang terkait. Oleh karena itu, botanical garden di IKN harus mampu mengidentifikasi, mengendalikan, dan menanggulangi ancaman biologis dan antropogenik yang muncul.
  • Keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Botanical garden di IKN membutuhkan sumber daya manusia dan anggaran yang memadai untuk menjalankan berbagai fungsi dan kegiatan yang ada. Namun, sumber daya manusia dan anggaran yang tersedia di IKN mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan yang ada. Oleh karena itu, botanical garden di IKN harus mampu merekrut, melatih, dan memotivasi sumber daya manusia yang berkualitas, serta mencari dan mengelola sumber pendanaan
Share This Article