Djarum Group Respon Klaim Boy Tohir Terkait Dinamika Pilpres

Yudha Cilaros By Yudha Cilaros
3 Min Read
Djarum Group Respon Klaim Boy Tohir Terkait Dinamika Pilpres
Djarum Group Respon Klaim Boy Tohir Terkait Dinamika Pilpres

Garibaldi Thohir, atau yang lebih dikenal dengan Boy Thohir, baru-baru ini membuat pernyataan kontroversial yang menimbulkan reaksi beragam dari publik. Dalam acara Erick Thohir alumni Amerika Serikat (ETAS), Boy Thohir mengklaim bahwa sejumlah grup usaha besar, seperti Djarum, Sampoerna, dan Adaro, siap mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pemilu 2024.

Boy Thohir, yang merupakan adik dari Menteri BUMN Erick Thohir, juga mengatakan bahwa di ruangan tersebut mungkin sepertiga perekonomian Indonesia ada, dan mereka semua siap memenangkan Prabowo-Gibran sekali putaran. Namun, apakah klaim Boy Thohir tersebut benar-benar berdasarkan fakta, atau hanya opini pribadinya saja?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat respons dari grup usaha yang disebut-sebut oleh Boy Thohir. Salah satu yang pertama memberikan klarifikasi adalah PT Djarum, yang membantah klaim Boy Thohir dan menegaskan bahwa deklarasi tersebut adalah pendapat pribadi Boy, bukan mewakili grup. Corporate Communication Manager Djarum Budi Darmawan mengatakan bahwa Djarum tidak pernah melakukan deklarasi untuk mendukung pasangan Prabowo-Gibran, dan konsisten mendukung presiden pilihan rakyat.

Selain Djarum, perusahaan afiliasi Boy Thohir sendiri, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), juga memberikan penjelasan serupa. Head of Corporate Communication Adaro Energy Indonesia Febriati Nadira mengatakan bahwa pendapat yang disampaikan Boy Thohir merupakan pendapat pribadi beliau sebagai warga negara, dan bukan mewakili pendapat seluruh karyawan. Nadira menambahkan bahwa Adaro berkomitmen menjalankan Good Corporate Governance (GCG), menghormati dan menjamin kebebasan seluruh karyawan dalam kehidupan dan partisipasi politik sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

- Advertisement -

Sementara itu, Sampoerna Strategic Group, yang juga disebut oleh Boy Thohir, belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut. Namun, menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Sampoerna Strategic Group tidak terlibat dalam politik praktis, dan tidak pernah memberikan dukungan kepada calon presiden atau wakil presiden manapun. Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Sampoerna Strategic Group menghargai hak setiap individu untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi, namun tidak mempengaruhi pilihan politik karyawan atau mitra bisnisnya.

Dari respons-respons di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa klaim Boy Thohir tentang dukungan grup usaha besar kepada Prabowo-Gibran tidak memiliki dasar yang kuat, dan lebih cenderung merupakan opini pribadinya saja. Klaim tersebut juga dapat menimbulkan kesalahpahaman dan konflik di antara para pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, dari grup usaha yang bersangkutan. Oleh karena itu, sebaiknya Boy Thohir lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataannya, dan tidak mengatasnamakan grup usaha lain tanpa persetujuan mereka.

Topik:
Share This Article