Fakta Ilmiah di Balik Fenomena “Lapar Mata” Saat Berpuasa

rasyiqi By rasyiqi - Writer, Digital Marketer
2 Min Read
kid, boy, muslim
Photo by ambroo on Pixabay

jlk – Selamat datang, pembaca yang budiman! Mari kita berlayar dalam lautan pengetahuan, mengungkap misteri yang tersembunyi di balik fenomena “lapar mata” saat berpuasa.

Apa Itu “Lapar Mata”?

“Lapar mata” adalah fenomena yang sering dialami oleh umat Muslim saat berpuasa, terutama saat waktu berbuka tiba. Fenomena ini ditandai dengan keinginan yang kuat untuk membeli dan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan.

Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Dominikus Raditya Atmaka, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena dalam kondisi lapar, otak akan mengirim sinyal untuk makan. Sehingga, seringkali timbul keinginan untuk mengonsumsi makanan yang dianggap enak.

Dampak “Lapar Mata”

Jika “lapar mata” ini dibiarkan dan dituruti, maka konsumsi makanan akan menjadi lebih banyak daripada seharusnya. Ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan, dan menjadi pemicu datangnya beragam penyakit.

- Advertisement -

Dominikus menekankan pentingnya kemampuan untuk menahan diri dari “lapar mata” dan ngidam selama puasa agar lebih bisa mengatur jumlah kalori yang masuk dalam tubuh.

Tips Mengatasi “Lapar Mata”

Dominikus memberikan beberapa tips untuk mengatasi “lapar mata” saat berpuasa. Salah satunya adalah dengan memilih makanan yang lambat dicerna oleh tubuh agar pelepasan glukosa tidak terlalu cepat. Sehingga, kita akan merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah lapar.

Selain itu, Dominikus juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat dan mengandung karbohidrat kompleks. Hal ini karena ketika berpuasa, tubuh akan menurunkan laju metabolisme untuk menghemat pengeluaran glukosa dalam darah.

Kesimpulan

Puasa seharusnya menjadi ajang untuk menyehatkan diri. Namun, jika kita tidak bisa mengendalikan “lapar mata”, puasa justru bisa berdampak sebaliknya. Oleh karena itu, mari kita gunakan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesehatan kita, bukan sebaliknya.

Ingatlah pesan bijak dari Dominikus, “Perlu kemampuan untuk menahan diri saat berbuka puasa.” Selamat berpuasa, semoga kita semua diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan baik dan maksimal.

- Advertisement -
Share This Article