Jailangkung, Nggak Pernah Ada Hantunya

rasyiqi By rasyiqi - Writer, Digital Marketer
3 Min Read

jlk – Jelangkung, permainan horor yang konon berasal dari ritual Tionghoa kuno, telah menjadi bagian dari budaya populer Indonesia.

Banyak film, cerita, dan lagu yang mengangkat tema jelangkung sebagai sarana memanggil dan berkomunikasi dengan makhluk halus.

Namun, apakah jelangkung benar-benar memiliki dasar ilmiah dan rasional? Ataukah hanya sekadar khayalan dan mitos yang dipercaya oleh orang-orang yang mudah tertipu?

Dari sudut pandang filsafat, jelangkung adalah bentuk dari fallacy of composition, yaitu kesalahan berpikir yang menganggap bahwa apa yang berlaku untuk bagian juga berlaku untuk keseluruhan.

- Advertisement -

Misalnya, karena gayung terbuat dari tempurung kelapa, maka gayung bisa dijadikan media untuk menampung roh.

Padahal, tidak ada hubungan sebab-akibat antara bahan gayung dengan kemampuan menarik roh. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa karena kertas terbuat dari pohon, maka kertas bisa tumbuh seperti pohon.

Dari sudut pandang psikologi, jelangkung adalah bentuk dari sugesti dan autosugesti, yaitu proses dimana pikiran dipengaruhi oleh keyakinan, harapan, atau keinginan. Saat memainkan jelangkung, pemain sudah memiliki ekspektasi bahwa akan ada roh yang datang dan menjawab pertanyaan mereka.

Oleh karena itu, mereka cenderung melihat dan mendengar hal-hal yang sesuai dengan ekspektasi tersebut, meskipun sebenarnya tidak ada.

Ini sama saja dengan mengatakan bahwa karena anda ingin melihat hantu, maka anda akan melihat hantu.

- Advertisement -

Dari sudut pandang fisika, jelangkung adalah bentuk dari ideomotor effect, yaitu fenomena dimana gerakan tubuh yang tidak disadari dipicu oleh pikiran atau sugesti.

Saat memegang boneka jelangkung, pemain tidak menyadari bahwa mereka sedikit menggerakkan tangannya sesuai dengan jawaban yang mereka inginkan.

Oleh karena itu, mereka mengira bahwa boneka tersebut bergerak sendiri karena ada roh yang masuk. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa karena anda ingin boneka bergerak, maka boneka akan bergerak.

- Advertisement -

Dari sudut pandang antropologi, jelangkung adalah bentuk dari sinkretisme budaya, yaitu proses dimana unsur-unsur budaya yang berbeda digabungkan menjadi satu.

Jelangkung berasal dari ritual Tionghoa yang kemudian diserap ke dalam budaya Indonesia, dengan menyesuaikan beberapa elemen seperti mantra, alat, dan tempat.

Oleh karena itu, jelangkung menjadi sebuah permainan yang mencerminkan keanekaragaman dan kekayaan budaya Indonesia.

Ini sama saja dengan mengatakan bahwa karena Indonesia adalah negara yang multikultural, maka jelangkung adalah simbol dari kebhinekaan.

Dari empat sudut pandang tersebut, dapat disimpulkan bahwa jelangkung adalah sebuah permainan yang tidak memiliki dasar ilmiah dan rasional, tetapi memiliki nilai budaya yang menarik.

Jelangkung adalah hasil dari imajinasi dan kreativitas manusia yang mencoba menjelajahi dunia gaib yang misterius dan menakutkan.

Meskipun, jelangkung juga bisa menjadi berbahaya jika dimainkan tanpa pengetahuan dan kewaspadaan yang cukup. Misalnya kepala boneka Jelangkung tersebut dipukulkan ke kepala temanmu.

Share This Article