Suku Bunga Turun, Saham Teknologi BUKA, GOTO, MTDL Bisa Ngebut?

Alvin Karunia By Alvin Karunia
4 Min Read

Saham-saham sektor teknologi menjadi salah satu primadona di pasar modal Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, perusahaan-perusahaan teknologi menawarkan prospek bisnis yang menjanjikan.

Namun, tidak semua saham teknologi berkinerja baik di tahun 2023. Beberapa saham mengalami pelemahan, bahkan mencapai level terendahnya.

Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja saham teknologi adalah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Sepanjang tahun 2023, BI telah menaikkan suku bunga sebanyak lima kali, dari 3,5 persen menjadi 4,75 persen.

Kenaikan suku bunga ini bertujuan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.

- Advertisement -

Namun, dampaknya bagi saham teknologi tidak selalu positif. Sebagian besar perusahaan teknologi masih merugi dan membutuhkan pendanaan dari perbankan untuk mengembangkan bisnisnya.

Dengan suku bunga yang lebih tinggi, biaya pendanaan menjadi lebih mahal dan membebani kinerja perusahaan.

Hal ini terlihat dari saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), yang merupakan hasil merger dari dua raksasa teknologi lokal, Gojek dan Tokopedia.

Saham GOTO sempat mencatatkan rekor tertinggi di level Rp315 pada Juli 2023, namun kemudian terus melemah hingga menyentuh level terendah Rp190 pada Oktober 2023.

Menurut Head of Research InvestasiKu atau Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya, pelemahan saham GOTO bukan disebabkan oleh lock-up saham yang akan berakhir pada November 2023, melainkan oleh tren naik suku bunga yang tidak baik bagi saham teknologi.

- Advertisement -

“Saat ini banyak yang promosikan [jualan] e-commerce-nya di media sosial,” ujar Cheril.

Cheril menambahkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang masyarakatnya banyak menghabiskan waktu di media sosial.

Hal ini menjadi salah satu katalis positif bagi sektor teknologi, terutama yang berkaitan dengan lokapasar atau e-commerce. Dia menilai, sektor teknologi dapat bertumbuh di tahun 2024, jika suku bunga turun sesuai dengan ekspektasi pasar.

- Advertisement -

Investment Consultant Reliance Sekuritas Reza Priyambada juga berpendapat bahwa saham-saham teknologi yang berkaitan dengan konsumer, seperti GOTO dan PT Bukalapak.com Tbk.

(BUKA), mungkin menjadi pilihan jika bank sentral menurunkan suku bunga. “Tapi sebenarnya kalau dilihat dari fundamental, masih banyak perusahaan teknologi yang mencatatkan kinerja baik dan bisa menjadi pertimbangan,” tutur Reza.

Reza mencontohkan saham-saham seperti PT Anabatic Technologies Tbk. (ATIC), PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT), PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (PTSN), dan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MTDL) sebagai saham teknologi yang memiliki prospek bagus di luar saham e-commerce.

Sementara itu, Cheril memilih saham GOTO sebagai top picks dengan rekomendasi beli pada target price (TP) Rp95 dan stop loss Rp88.

InvestasiKu juga memilih saham BUKA sebagai top picks dengan TP pada level Rp220, dan stop loss pada Rp190. Cheril menyarankan investor untuk melakukan average up bertahap jika ingin masuk ke saham teknologi.

“Harus sadar kurang bagus sentimennya karena tren naik suku bunga, sampai akhir tahun tren turun masih terjadi potensi naik 240 hingga 260, best strategy average up bertahap,” urainya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi yang Anda butuhkan. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

Share This Article