Perjalanan Industri Mobil Colt: Sebuah Kisah Ironi yang Menggelitik

Yudha Cilaros By Yudha Cilaros
7 Min Read
Perjalanan Industri Mobil Colt: Sebuah Kisah Ironi yang Menggelitik
Perjalanan Industri Mobil Colt: Sebuah Kisah Ironi yang Menggelitik

Mobil Kuda yang Menjadi Legenda

Colt. Nama yang begitu melegenda di industri otomotif Indonesia. Sebuah nama yang mengingatkan kita pada kuda jantan muda, penuh semangat dan kekuatan. Tapi tunggu, ini bukan tentang kuda. Ini tentang mobil, sebuah truk pikap kecil yang menjadi simbol kehandalan dan durabilitas. Jadi, mari kita mulai perjalanan kita melalui sejarah mobil Colt di Indonesia, sebuah perjalanan yang penuh dengan ironi, humor, dan tentu saja, sedikit sindiran.

Awal Mula Karir

Mitsubishi, sebuah nama yang mungkin tidak begitu dikenal sebagai pemimpin pasar mobil penumpang di Indonesia. Namun, kiprahnya sebagai pabrikan kendaraan niaga, sudah dimulai sejak tahun 1970an. Saat itu, Mitsubishi Corporation menunjuk PT New Marwa 1970 Motors sebagai distributor Mitsubishi di Indonesia. Dan Colt, ya, Colt adalah model pertama yang dirakit Mitsubishi di Indonesia.

Mobil Colt adalah sebuah model kendaraan yang diproduksi oleh Mitsubishi. Nama Colt digunakan untuk berbagai jenis kendaraan seperti van dan truk pikap. Di Indonesia, Colt dikenal sebagai truk ringan yang handal dan tahan lama. Beberapa model Colt yang populer di Indonesia antara lain Colt T120SS dan Colt Diesel.

Colt T120SS adalah truk pikap kecil yang sering digunakan untuk keperluan bisnis, seperti mengangkut barang-barang dagangan. Sementara itu, Colt Diesel adalah truk yang lebih besar dan kuat, biasanya digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah besar atau berat.Secara umum, mobil Colt dikenal karena kehandalannya, durabilitasnya, dan kemampuannya untuk menangani berbagai jenis medan.

- Advertisement -

Colt T200, Bukti Eksistensi Kendaraan Niaga Mitsubishi

Colt T200, sebuah truk pikap produksi tahun 1970an, menjadi bukti kehandalan kendaraan niaga Mitsubishi. Truk ini adalah milik Achmad Suntoko, seorang pengusaha dari Blitar, Jawa Timur. Truk ini menjadi salah satu perangkat pertama pembangun usahanya. Meski tampilannya sudah kuno di tahun 90an, Suntoko tidak pernah sekalipun mengganti bagian interior dan eksterior truk ini demi menjaga performa dan orisinalitasnya.

Colt T200 ditenagai oleh mesin berkode 4DR5 4 silinder dengan kapasitas 2.659 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 80 PS dan torsi puncak 180 Nm. Tenaga mesin ini disalurkan ke roda belakang melalui girboks 5 speed.Varian T200 memiliki bobot GVW (Gross Vehicle Weight) 4,3 ton. Kiprah T200 berakhir pada 1979, namun ada beberapa di antaranya masih mengantongi akta keahiran 1980. Posisinya digantikan oleh FE series yang dikenal dengan si ‘Kepala Kuning’.

Colt, Sang Pahlawan Bisnis

Seiring berjalan waktu, usaha Suntoko semakin berkembang. Saat ini ia menjadi pengusaha besar di wilayah Blitar dengan berbagai segmen usaha mulai dari pariwisata, peternakan, dan perkebunan. Truk klasik ini menjadi truk kesayangan Suntoko, karena ia merasa truk inilah yang berjasa dalam merintis bisnisnya. Truk ini tidak lagi digunakan untuk kendaraan operasional, namun menjadi truk untuk menunjang hobinya menunggangi motor besar.

Colt, Sang Legenda yang Terus Hidup

Nama Colt yang melegenda sebagai truk kepala kuning pun hingga saat ini telah menjadi bagian urat nadi perindustrian Indonesia.

Truk kepala kuning adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk merujuk pada truk-truk dengan kabin pengemudi berwarna kuning. Biasanya, truk dengan kepala berwarna kuning terdapat pada kendaraan niaga ringan yang tujuan penggunaannya untuk mengangkut hasil pertanian. Namun, belakangan ini, semua pemilik truk ikut menggunakan warna kuning.

- Advertisement -

Penggunaan truk kepala kuning diawali oleh produsen kendaraan niaga Mitsubishi Fuso. Mereka menghadirkan model truk Mitsubishi Colt dengan kabin atau kepala berwarna kuning. Ini membuat karoseri ikut mengecat bak buatannya yang dipasangkan ke sasis truk berwarna serupa.

Pemilihan warna kuning ini merupakan sebuah ketidaksengajaan, namun menjadi kunci keberhasilan. Penggunaan kepala truk berwarna kuning juga memudahkan masyarakat dalam mencirikan kendaraan. Alasan itu yang membuat Mitsubishi Fuso akhirnya mempertahankan warna tersebut.

- Advertisement -
Saat ini, truk Kepala Kuning diteruskan trahnya oleh Colt Diesel FE71 dengan sasis terpanjang di kelasnya.

Mitsubishi Colt Diesel FE 71 adalah truk ringan yang dirancang untuk fleksibilitas dalam menempuh lalu lintas kota yang padat. Truk ini memiliki dimensi panjang 4.735 mm, dengan jarak sumbu roda 2.500 mm. Dengan ukuran tersebut, FE 71 bisa dibentuk menjadi truk box, flat deck, atau bak kayu.

Di balik kabin jungkitnya, terpasang mesin turbodiesel 4-silinder dengan kapasitas 3.908 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 110 ps, dengan torsi puncak 274,5 Nm pada putaran 1.600 rpm. Pemindah daya ke roda belakang dipercayakan pada transmisi 5-speed manual dengan kode M025S5, dengan rasio final gear 4.875.

Di kabin, pengemudi dimanjakan dengan lingkar kemudi yang bisa diatur jarak dan tingginya. Ada 6 varian yang tersedia dari Colt FE 71: Deck Body, 4×2 MT, Flat Deck Body, 108 PS, 110 PS dan Power Steering.

Harga Colt Diesel FE 71 terbaru dibanderol mulai dari Rp 314.500.000 dalam kondisi OTR Jabodetabek. Tentu saja banderol tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Sindiran Manis untuk Colt

Jadi, itulah perjalanan Colt, sebuah truk pikap kecil yang menjadi legenda di industri otomotif Indonesia. Ironisnya, meski Mitsubishi bukan pemimpin pasar mobil penumpang di Tanah Air, namun kiprahnya sebagai pabrikan kendaraan niaga, sudah dimulai sejak tahun 1970an. Dan Colt, ya, Colt adalah model pertama yang dirakit Mitsubishi di Indonesia. Sebuah kisah yang penuh dengan ironi, humor, dan tentu saja, sedikit sindiran. Tapi hei, itulah yang membuat perjalanan ini begitu menarik, bukan?

Share This Article