Pesta Kesedihan Virtual: Ironi Self Pity Party di Era TikTok

zajpreneur By zajpreneur
2 Min Read
woman in brown sweater covering her face with her hand

jlk – Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang penuh dengan pamer kebahagiaan, muncul tren baru yang kontras: Self Pity Party.

Fenomena ini layaknya pesta ulang tahun yang diadakan sendiri, namun bukannya tiup lilin, para pesertanya meniup balon kekecewaan sambil membagikan undangan kesedihan secara digital.

Definisi dan Ciri-ciri

Self Pity Party, atau pesta mengasihani diri sendiri, adalah kondisi di mana seseorang tenggelam dalam arus perasaan negatif terhadap diri sendiri tanpa keinginan mencari solusi atau perubahan positif.

- Advertisement -

Seperti seorang DJ yang putar lagu galau, mereka hanya melihat sisi negatif dari masalah dan menyalahkan diri sendiri, seolah-olah dunia ini adalah sebuah panggung konser kegagalan yang tak ada habisnya.

Dampak Negatif

Berlarut-larut dalam Self Pity Party bisa menurunkan kesejahteraan mental, menyebabkan stres, cemas, dan depresi.

Ini ibarat terjebak dalam labirin tanpa peta, di mana setiap jalan buntu dianggap sebagai akhir dari segalanya, padahal sebenarnya ada pintu keluar yang hanya tersembunyi di balik tirai keberanian.

Kesimpulan

- Advertisement -

Mari kita tinggalkan pesta kesedihan ini dan mulai mencari kebahagiaan dalam hal-hal kecil. Ingatlah, setiap orang adalah penulis skenario hidupnya sendiri;

kita bisa memilih untuk mengubah cerita sedih menjadi komedi atau bahkan drama inspiratif yang penuh dengan adegan keberhasilan. Jadi, apakah Anda siap untuk mengakhiri pesta ini dan memulai petualangan baru yang lebih ceria?

Share This Article